PP Muhammadiyah: Kampus Berdampak Sudah Menjadi DNA PTMA

Pelepasan mahasiswa KKN di Kampus UMM. (ist)
www.majelistabligh.id -

Meskipun gerakan Kampus Berdampak baru resmi digulirkan oleh Kemenristekdikti pada 2025, Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) menegaskan bahwa kontribusi nyata kepada masyarakat sudah menjadi bagian dari DNA gerakan mereka sejak awal berdiri.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menyampaikan bahwa keberdampakan kampus PTMA merupakan kesatuan genealogi pendidikan yang ditanamkan oleh pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan, sejak satu abad lalu.

“Ini bukan hal baru jika kita menengok rekam jejak Kiai Dahlan. Ketika mengajar, beliau tidak berhenti pada penguasaan kognitif atau sekadar hafalan, tetapi mendorong murid-muridnya mencapai tahap pemahaman hingga implementasi nyata yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Irwan saat memberikan arahan dalam Pelepasan KKN MAS 2026 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (28/7/2026).

Menurut Irwan, terdapat benang merah yang kuat antara konsep KKN Berdampak hari ini dengan metode pembelajaran yang diterapkan Kiai Dahlan. Ia juga menyepakati tiga fokus utama penyelesaian masalah dalam KKN MAS 2026, yakni penguatan ekonomi, perbaikan pendidikan, dan percepatan digitalisasi. Tiga isu tersebut dinilai sebagai persoalan mendesak yang membutuhkan solusi konkret di lapangan.

Irwan menekankan bahwa KKN MAS merupakan wujud konsolidasi dan soliditas PTMA se-Indonesia. Ia pun berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik persyarikatan serta menjalankan program pemberdayaan dengan sungguh-sungguh.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menjelaskan bahwa KKN dalam berbagai formatnya adalah tradisi akademik yang krusial. Program ini memberikan pengalaman terstruktur bagi mahasiswa untuk bertransformasi dan memahami realitas sosial.

“Pemberdayaan masyarakat melalui KKN menjadi proses pendewasaan. Di sinilah terjadi internalisasi antara pengalaman akademik, nilai-nilai spiritual, dan keyakinan mahasiswa saat berhadapan langsung dengan kenyataan hidup sehari-hari,” tutur Nazaruddin.

Pelaksanaan KKN MAS 2026 kali ini diikuti oleh 1.601 mahasiswa yang berasal dari 59 PTMA di seluruh Indonesia. Seluruh peserta diterjunkan untuk menjalankan pengabdian berbasis nilai-nilai ideologis demi kemajuan masyarakat. Semangat Surah Al-Ma’un—sebagai landasan altruisme dan gerakan filantropi Muhammadiyah—menjadi fondasi utama yang ditanamkan kepada para mahasiswa selama masa pembekalan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search