Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Nazaruddin Malik, MSi mengajak para pendidik dan kalangan kampus untuk memperkuat ekosistem Pendidikan Muhammadiyah. Ia mendorong dibangun kemitraan yang lebih terstruktur antara PTMA dengan sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Ia berharap sinergi antara praktisi pendidikan di sekolah dan akademisi di perguruan tinggi dapat menjadi jalan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah.
“Semua harus sejalan untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” tegas Nazaruddin saat memberikan sambutan pada pembukaan Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026 di Dome UMM, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Nazaruddin, sekolah, madrasah, dan PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) semestinya tidak berkembang dalam ruang yang terpisah.
“Manajemen pengelolaan pendidikan Muhammadiyah agar tidak kehilangan kultur pendidikan, harus ada jalan yang sama antara praktisi dan akademisi Muhammadiyah,” tuturnya.
Salah satu bentuk kolaborasi yang ditawarkan Nazaruddin adalah coaching clinic. Melalui model ini, perguruan tinggi dapat menjadi mitra sekolah dalam meningkatkan kemampuan siswa maupun guru, khususnya pada bidang sains dan humaniora.
“Salah satu di antaranya adalah relasi coaching clinic sebagai mitra, seperti sains dan humaniora,” ujarnya.
Menurut Nazaruddin, kemitraan tersebut tidak cukup berhenti pada hubungan formal antar-institusi. PTMA perlu hadir secara nyata untuk mendampingi sekolah, berbagi sumber daya akademik, sekaligus membantu menyiapkan siswa agar mampu berkompetisi di level yang lebih tinggi.
“Mitra relasi antara PTMA dan sekolah di lingkungan Muhammadiyah ini harus diperkuat,” katanya. PendidikanMuhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, Nazaruddin jugaa menyinggung minimnya kontribusi sekolah Muhammadiyah dalam kompetisi sains dan humaniora sebagai bahan evaluasi bagi perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Fakta menunjukkan bahwa Olimpiade Sains dan Humaniora sangat sedikit kontribusi dari sekolah Muhammadiyah. Ini sebagai auto kritik kepada saya sebagai pengelola perguruan tinggi,” ungkapnya.
Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut menunjukkan perlunya hubungan yang lebih konkret antara pendidikan dasar dan menengah Muhammadiyah dengan PTMA.
Perguruan tinggi tidak semestinya berjalan sendiri, sementara sekolah juga mengembangkan potensi peserta didik tanpa dukungan ekosistem akademik yang lebih luas.
ME Awards 2026 mengangkat tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader.” Tema tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya dituntut menghasilkan peserta didik berprestasi, tetapi juga generasi muda yang memiliki kapasitas untuk menjadi pemimpin masa depan. (afifun nidlom)
