Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) beserta Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan kepada MDMC dan LAZISMU Daerah Muhammadiyah Kapuas. Acara dilaksanakan di komplek perguruan Muhammadiyah Kapuas, Jalan Barito, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas relawan, serta mempererat sinergi antara Majelis dan Lembaga dengan semangat One Muhammadiyah One respons (OMOR) Ditingkat wilayah dan daerah dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, SAg, MPd. Ia sangat apresiasi dan menyambut baik kunjungan serta pembinaan yang dilaksanakan oleh MDMC dan LAZISMU PWM Kalteng, dalam rangka memperkuat kolaborasi antara majelis dan lembaga yang ada di Muhammadiyah terutama dalam bidang sosial, kesehatan, bahkan kebencanaan.
Selain itu, ia jua mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sehingga kehadiran Muhammadiyah dimanapun terus menerus menebar manfaat bagaikan matahari yang terus bersinar.
“Kegiatan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan di Kabupaten Kapuas. Beliau mengapresiasi berbagai kegiatan kemanusiaan yang telah dilaksanakan oleh MDMC dan LAZISMU Kapuas, seperti pengobatan gratis, sunatan massal, serta berbagai aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam sesi pembinaan, perwakilan MDMC bersama LAZISMU Kalimantan Tengah menyampaikan materi terkait penguatan kelembagaan MDMC dan LAZISMU, pengembangan jaringan kerja sama kebencanaan, sistem tanggap darurat, fundraising kebencanaan serta pelaporan keuangan saat bencana yang terintegrasi.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM Kalteng Evan Bastian, menegaskan pentingnya kesamaan persepsi mengenai tugas, fungsi, dan arah gerak lembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan Muhammadiyah.
“Saya yakin pertemuan seperti ini sangat penting. Kadang-kadang kita sudah aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan kebencanaan, tetapi belum tentu memiliki persepsi yang sama tentang tugas, fungsi, dan arah gerak lembaga. Karena itu saya berharap forum ini bisa menjadi ruang untuk saling belajar dan saling menguatkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa LRB Muhammadiyah merupakan lembaga yang mendapatkan amanah dari Persyarikatan untuk mengelola urusan kebencanaan. Karena itu, setiap upaya penanggulangan bencana di lingkungan Muhammadiyah perlu dikoordinasikan secara baik melalui lembaga tersebut. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang mengenal relawan hanya saat terjadi bencana seperti banjir, kebakaran, atau musibah lainnya. Padahal ruang lingkup tugas LRB jauh lebih luas daripada sekadar respons darurat. (m fitriani)
