Respon Kemanusiaan, Klinik ‘Aisyiyah Kupang Kirim Dua Perawat  ke Posko Dampek di Manggarai Timur

Respon Kemanusiaan, Klinik ‘Aisyiyah Kupang Kirim Dua Perawat  ke Posko Dampek di Manggarai Timur
www.majelistabligh.id -

Klinik ‘Aisyiyah Kupang turut mengambil bagian dalam respons kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak 21 Agustus 2026, Klinik ‘Aisyiyah Kupang memberangkatkan dua tenaga perawat untuk memberikan pelayanan medis bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah NTT dan Muhammadiyah Kupang.

Tim tenaga medis tersebut ditempatkan di Posko Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, NTT. Desa Dampek menjadi salah satu wilayah yang terdampak gempa bumi kuat di Flores. Dalam pelaksanaannya, tim berada di bawah koordinasi dr. Baim Sangaji IMT dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende.

Syfa Putri, salah satu perawat Klinik ‘Aisyiyah Kupang yang bertugas di lokasi, mengatakan bahwa kondisi Desa Dampek masih memerlukan perhatian serius. Sekitar 70 persen bangunan di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah akibat gempa.

“Situasi di Desa Dampek, sekitar 70 persen bangunan rata dengan tanah. Masyarakat mengalami trauma dan sangat membutuhkan penanganan trauma healing,” ujar Putri pada Selasa (1/9/26)

Selain kebutuhan pemulihan psikologis, kondisi kesehatan warga juga menjadi perhatian tim medis. Warga masih harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi serba terbatas, termasuk tidur di bawah terpal maupun di dalam tenda dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

Pada siang hari, warga menghadapi cuaca yang sangat panas, sementara suhu menjadi dingin pada malam hari. Kondisi tersebut, ditambah kualitas istirahat yang kurang memadai, membuat sejumlah warga mengalami berbagai keluhan kesehatan. “Banyak keluhan seperti demam, batuk, pilek, dan pusing karena kualitas istirahat yang kurang,” ungkap Putri.

Situasi semakin berat karena gempa susulan masih terjadi. Getaran yang muncul kembali memicu ingatan dan ketakutan warga terhadap gempa utama berkekuatan 7,7 SR. Kondisi ini membuat sebagian warga masih mengalami trauma dan merasa khawatir ketika merasakan getaran.

Bagi tim medis, pelayanan di lokasi bencana bukan hanya tentang memberikan pertolongan ketika warga mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan dukungan bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan diri dari pengalaman traumatis.

Putri berharap kondisi masyarakat di Flores segera membaik dan proses pemulihan dapat berjalan secara bertahap, baik secara fisik maupun psikologis. “Harapannya untuk keluarga kami di Flores, semoga keadaan segera membaik. Luka trauma perlahan sembuh. Semoga selalu ada keselamatan dan kekuatan yang baru untuk tetap tangguh dalam situasi apa pun,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan bagi seluruh masyarakat terdampak gempa di Flores agar dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik. “Doa terbaik kami selalu kami berikan untuk basodara semua di Flores. Semoga NTT-ku cepat kembali pulih,” pungkas Putri. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search