Ribuan Murid TK ABA Serbu KBS, FABA 2026 Jadi Tonggak Kemandirian IGABA

Ribuan Murid TK ABA Serbu KBS, FABA 2026 Jadi Tonggak Kemandirian IGABA
www.majelistabligh.id -

Suasana Kebun Binatang Surabaya (KBS) tampak berbeda pada Kamis (11/6/2026). Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan murid Taman Kanak-kanak Bustanul Athfal (TK ABA) dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati kawasan wisata edukasi tersebut untuk mengikuti Festival ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (FABA) Jawa Timur 2026.

Simbol-simbol Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah menghiasi sejumlah titik di area KBS. Lebih dari 3.200 murid hadir bersama guru serta sebagian orang tua yang mendampingi. Kawasan KBS bahkan tampak didominasi warna merah karena sekitar 1.000 murid mengenakan seragam Tapak Suci Putra Muhammadiyah.

Ribuan Murid TK ABA Serbu KBS, FABA 2026 Jadi Tonggak Kemandirian IGABA
Pengurus Aisyiyah Jatim, IGABA dan tamu undangan di FABA Jatim 2026 yang berlangsung di KBS. (afifun nidlom)

FABA Jawa Timur 2026 menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni Festival Senam Anak Hebat, Festival Dai Cilik, dan Festival Adzan. Kegiatan resmi dimulai pukul 08.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan dan sambutan para tokoh.

Ketua Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Eulis Suadah, M.Pd.I, menjelaskan bahwa IGABA secara nasional telah berdiri sejak 1997 dan selama ini menjadi bagian dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI).

“IGABA secara nasional sudah berdiri sejak 28 tahun yang lalu, tepatnya pada 1997. Secara kelembagaan profesi pendidik, IGABA awalnya menginduk pada IGTKI,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Menurut Eulis, organisasi tersebut kini memasuki babak baru setelah resmi berdiri mandiri sebagai organisasi profesi pendidikan.

“IGABA baru berpisah dan mandiri sebagai lembaga profesi pada 23 Maret 2026. Kemandirian ini merupakan amanat Instruksi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Nomor 621/SI-PPA/D/VI/2025 tentang pedoman strategis kemandirian IGABA,” katanya.

Ribuan Murid TK ABA Serbu KBS, FABA 2026 Jadi Tonggak Kemandirian IGABA
Penyerahan surat dari Kemendikdasmen kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, PGRI, IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA di sela-sela FABA Jatim 2026. (afifun nidlom)

Ia menjelaskan bahwa instruksi tersebut mengamanatkan IGABA untuk menjadi organisasi profesi pendidikan yang otonom dan setara dengan organisasi profesi lainnya.

Karena itu, lanjut Eulis, penyelenggaraan FABA Jawa Timur 2026 memiliki makna khusus sebagai simbol kemandirian organisasi sekaligus bagian dari peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-109.

“Festival ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Jawa Timur yang pertama ini menjadi simbolik kemandirian IGABA sekaligus perayaan Milad ‘Aisyiyah ke-109. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan bimbingan dari semua pihak agar IGABA semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, IGTKI, HIMPAUDI, IGRA, PGRI Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah pihak sponsor yang mendukung pelaksanaan acara.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Nur Mukarromah, M.Kes, menegaskan bahwa FABA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter anak sejak usia dini.

“FABA merupakan bagian dari upaya membentuk karakter dan meletakkan pondasi kesalehan yang akan melahirkan generasi Islam yang kuat pada masa mendatang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Nur Mukarromah mengutip Surat An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi yang kuat dan berkualitas.

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.”

Selain menjadi ajang unjuk bakat dan kreativitas anak usia dini, FABA 2026 juga menjadi momentum penting bagi penguatan kelembagaan profesi guru PAUD dan TK di lingkungan ‘Aisyiyah.

Dalam acara tersebut dilakukan penyerahan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru Nomor OPG20260331012 yang menetapkan IGABA sebagai lembaga profesi guru PAUD dan TK.

Penyerahan keputusan tersebut menandai langkah strategis IGABA dalam memperkuat peran organisasi profesi yang mandiri sekaligus memperkokoh kontribusi pendidikan anak usia dini dalam menyiapkan generasi Islam yang berkarakter, cerdas, dan berkemajuan. (afifun nidlom)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search