Ada saat dimana seseorang berada di titik terendah, dan siapapun di antara kita bisa mengalaminya. Tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk berdiri, saat keadaan seperti itu terjadi.
Kalau hati dan badan ada pada titik lemahnya, maka sebenarnya itu “signal” dariNya, agar segera tunduk sujud dengan sujud terbaik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Minta pertolongan segera kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan lupakan harapan harapanmu kepada manusia yang sama sama tidak berdayanya.
Langitkan doa utamanya ISTIGHFAR mengakulah salah dan tidak berdaya. BERTASBIHlah kepadaNya. Karena ISTIGHFAR dan TASBIH itu menguatkan, melegakan, menenangkan dan menumbuhkan harapan. In-syaAllah dengan ISTIGHFAR dan TASBIH pertolongan kian mendekat, dan kesulitan pun segera terangkat.
Seperti yang dialami Nabi Yunus AS. Dalam kondisi tidak berdaya, beliaupun alirkan dari lisannya TASBIH dan ISTIGHFAR mengaku salah. lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang- orang yang zalim.”
Akhirnya Allah pun menolongnya.
“Dan (ingatlah) Yunus, ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu menyangka bahwa Kami tidak akan mengetahui rahasia (yang ada pada dirinya), lalu dia menyeru dalam kegelapan (seraya berkata): Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang- orang yang zalim.’ Kami pun memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kesusahan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (QS AlAnbiya’: 87-88)
Semua masalah ada jalannya. Semua kesulitan ada masanya. Allah hanya butuh kita mengaku bahwa kita sudah tak berdaya dan hanya berharap pertolongan dariNya.
Semoga Allah Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa disa kita, serta memberikan kemudahan kepada kita dalam bekerja dan beribadah.
Aamiin Yaa Robbal Al Aamiin.
In syaa Allah bermanfaat. || ismirzaf@gmail.com
