Sangat Rugi Jika Amalan Salat Jelek

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Salat adalah sebaik-baik amalan setelah dua kalimat syahadat. Ada hadis muttafaqun ‘alaih sebagai berikut:

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,  “Aku pernah bertanya pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, amalan apakah yang paling afdhal?”

Jawab beliau, “Salat pada waktunya.”

Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa..?”

“Berbakti pada orang tua,“ jawab Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam…“

Lalu apa lagi,” aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari 7534 Muslim no 85)

Salat Lima Waktu Mencuci Dosa

“Tahukah kalian, seandainya ada sebuah sungai di dekat pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali, apakah akan tersisa kotorannya walau sedikit?” Para sahabat menjawab, “Tidak akan tersisa sedikit pun kotorannya.”

Beliau berkata: “Maka begitulah perumpamaan salat lima waktu, dengannya Allah menghapuskan dosa.” (HR. Bukhari 528 Muslim 667)

Salat adalah Cahaya di Dunia dan Akhirat

“Siapa yang menjaga salat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Tentu kita tidak mau jika pahala puasa, pahala haji, dan pahala ibadah kita kepada Allah, dianggap sedikit sekali timbangannya atau bahkan sia-sia. Mengapa? Karena amalan salat kita jelek, atau bahkan tidak salat.

Semua amal ibadah kita kepada Allah tergantung pada salat. Jika salat baik, maka baik pula semua amal ibadah kita yang lainnya. Jika jelek maka jelek juga amal ibadah lainnya.

Dalam hadis, “Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah salat. Apabila salatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik. Apabila salatnya buruk, maka seluruh amalnya pun akan buruk.” (Al-Ahadits Ash- Shahihah, no.1358)

Jangan sampai kita sudah bersusah payah ikhlas dan meningkatkan kualitas amal ibadah puasa, haji, dan lain-lain, tetapi di timbangan menjadi jelek, karena jeleknya salat kita. Ini adalah kerugian yang besar, sebagaimana penjelasan syaikh Al-‘Utsaimin:

“Jika baik salatnya, maka beruntung dan selamat. Jika tidak, maka kebalikanya yaitu rugi dan rugi.” (Syarah Riyadush Shalihin 5/103)

Salah satu cara memperbaiki kualitas salat adalah dengan “menambal” kekurangan kualitas salat wajib dengan salat-salat sunah. Karena Allah akan melihat salat sunah kita, jika ada kekurang pada salat wajib. (sebagaimana dalam hadits qudsi)

Secara umum, jika kita kurang dalam ibadah wajib, maka kita sempurnakan dengan amal yang sunah. Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Barangsiapa yang lalai/kurang dalam menunaikan ibadah wajib, hendaknya ia bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah sunah.” (Jami’ul Masa-il 4/109)

Hari Jumat telah hadir, ayo baca Surah Al Kahfi, perbanyak shalawat, istighfar, berdoa dan shadaqah.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa dosa kita, serta memberikan kemudahan kepada kita dalam bekerja dan beribadah.

Aamiin Yaa Robbal Al Aamiin.

ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search