Wahai diriku tersayang, izinkan tulisan ini memelukmu hangat, merasuk hingga ke tulang, mendekap segala penat, dan membisikkan ketenangan. Sungguh, kamu telah berjuang sejauh ini dan aku sangat bangga padamu.
Namun, tolong, berjanjilah pada diriku, jangan pernah meninggalkan salat.
Sering kali memandang salat hanya sebagai rutinitas atau beban untuk menggugurkan kewajiban. Padahal hakikatnya salat adalah nafas bagi jiwa, sumber energi yang menjaga rohanimu tetap hidup.
Di saat dunia terasa begitu mencekik, ujian datang silih berganti, dan pundakmu terasa lelah memikul amanah yang berat, salat adalah rumah terbaik untuk pulang.
Di atas sajadah, Allah membukakan pintu dialog seluas-luasnya, memberikan pelukan terhangat yang tak akan pernah bisa diberikan oleh manusia. Di sanalah letaknya penolong sejati, cahaya yang menuntunmu menembus kegelapan dunia menuju ketenangan abadi.
Salatlah, diriku sayang, sebelum nanti kamu disalatkan. Sebab, hanya di atas sajadah, sujud-sujudmu tak akan pernah mengkhianati setiap rindu dan doamu.
Semoga bermanfaat.
