Beruntunglah kita jika memilih untuk terus berbuat baik, dengan niat yang tulus ikhlas.
Kebaikan adalah tabungan tak terlihat, yang pasti akan kembali kepada pelakunya, dalam bentuk yang sering kali mengejutkan. Bahwa perbuatan baik kita mungkin saja dilupakan orang, tidak dihargai dan tidak diterima kasihi, namun bukan berarti kebaikan itu sia-sia.
Kehidupan ini bagaikan ladang luas, dan setiap kebaikan adalah benih yang kita tanam. Mungkin hasilnya tidak tumbuh di tempat yang kita tanamkan. Tetapi ia akan tumbuh di ladang lain, dan kembali pada kita dalam bentuk lain, atau rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Kebaikan tidak pernah hilang, tidak ada kebaikan yang sia-sia.
Allah Tuhan pengatur kehidupan, telah menyimpan semua kebaikan dalam catatanNya. Kadang dibalas lewat tangan orang yang tidak kita kenal sebelumnya, kadang lewat rezeki yang tak disangka, atau bisa berwujud diampuninya dosa, atau keselamatan di masa depan.
Maka, teruslah berbuat baik, bukan karena kita ingin dibalas oleh orang yang sama, tapi karena kita percaya, dunia ini bekerja dengan hukum sebab akibat.
Dan kebaikan, sekecil apa pun, punya kekuatan untuk kembali kepada pelakunya. Tepat saat membutuhkannya.
Pesan indah Luqman Al Hakim terhadap putranya:
Luqman berkata, “Wahai Anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Halus, Maha Teliti. (QS. Luqman: 16)
In syaa Allah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa dosa kita, serta memberikan kemudahan kepada kita dalam bekerja dan beribadah. Aamiin Yaa Robbal Al Aamiin. || ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
