Semangat Membara Da’i dan Hafiz Cilik di Fashmu ke-3

Ghibran Thabit Pranata Setiadi
www.majelistabligh.id -

Suasana Kampus Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mulai terasa riuh dan hangat sejak Sabtu dini hari (25/7/2026). Ratusan peserta Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-3 dari berbagai pelosok Jawa Timur berdatangan membawa antusiasme tinggi, siap mengukir prestasi di cabang lomba masing-masing.

Di tengah kesibukan persiapan, deretan kafilah cilik tampil percaya diri dengan optimisme tinggi. Salah satunya adalah Ghibran Thabit Pranata Setiadi, wakil PDM Kabupaten Lamongan pada cabang Pildacil (Pemilihan Da’i Cilik). Murid kelas 3 MIN 5 Klagen Lamongan ini mengaku tidak datang dengan tangan kosong—ia telah menempa diri secara intensif selama hampir setengah tahun.

“Insya Allah saya siap menjadi juara. Saya sudah mempersiapkan materi ini sejak empat hingga lima bulan lalu,” ujar Ghibran mantap.

Mukhammad Ibadurrahman dan Biruni Abdul Jabar.
Mukhammad Ibadurrahman dan Biruni Abdul Jabar.

Pada babak penyisihan, putra dari pasangan Rahmad Setiadi dan Fatia Rosida ini membawakan naskah berjudul “Kejujuran Membawa Kemenangan”. Menariknya, Ghibran yang memiliki cita-cita mulia menjadi seorang dokter juga menyimpan visi dakwah yang kuat sejak dini. “Saya ingin menjadi dokter yang sekaligus seorang mubaligh,” tegasnya.

Tak mau kalah, kontingen dari PDM Kota Pasuruan juga datang dengan tekad yang bulat. Biruni Abdul Jabar, siswa kelas 6 SD Al Kautsar yang berlaga di cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), menyampaikan pesan singkat namun penuh percaya diri.

“Kami datang ke sini bukan sekadar berpartisipasi, tapi untuk membawa pulang piala,” ungkap Biruni.

Semangat serupa dipancarkan oleh rekan sedaerahnya, Mukhammad Ibadurrahman. Siswa kelas 6 SD binaan Ustaz Muklason ini akan bertanding di cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ). Mewakili PDM Kota Pasuruan, ia memantapkan langkahnya untuk tampil maksimal di atas panggung Fashmu ke-3 dan mengamankan gelar juara.

Ajang Fashmu ke-3 di UMLA ini tak sekadar menjadi wadah kompetisi, melainkan panggung persemaian generasi muda muslim Jawa Timur dalam mengasah bakat, memperkuat karakter, serta menyiarkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search