Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besarnya menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem logistik kemanusiaan di Indonesia sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh First Secretary for Humanitarian Affairs Kedutaan Besar Australia, Catherine Meehan, dalam Seminar Nasional “Memahami Logistik Kemanusiaan melalui Pendekatan Komprehensif” di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA), Yogyakarta, Kamis (23/4/2026).
Meehan mengapresiasi berbagai pihak di Indonesia, mulai dari pemerintah, lembaga kebencanaan, hingga organisasi masyarakat, yang terus mendorong pengurangan risiko bencana. Ia menegaskan bahwa logistik memiliki peran krusial dalam situasi tanggap darurat.
“Logistik adalah fondasi utama dari respon bencana yang efektif. Secara luas, sekitar 80 persen operasi tanggap darurat berkaitan dengan kegiatan logistik,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa logistik tidak hanya berkaitan dengan distribusi bantuan, melainkan menjadi kemampuan strategis untuk menyelamatkan nyawa, memastikan bantuan tersalurkan secara layak, serta meningkatkan ketangguhan sebelum bencana terjadi.
Melalui program Siap Siaga, Australia memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), serta sejumlah mitra lainnya. Kolaborasi ini diarahkan pada peningkatan kesiapsiagaan logistik, tata kelola, dan kapasitas dukungan operasional di berbagai tingkatan, dari nasional hingga komunitas.
Menurut Meehan, kemitraan tersebut didasarkan pada kesamaan pandangan bahwa investasi dalam kesiapsiagaan jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan saat bencana sudah terjadi. Ia juga menyoroti pentingnya membangun sistem logistik yang terintegrasi dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun lokal.
“Australia juga turut mendukung penguatan sistem logistik kemanusiaan di kawasan Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana dan perubahan iklim. Tantangan geografis dan luasnya wilayah menjadi faktor kompleks yang membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas negara,” jelasnya.
“Kekuatan logistik kemanusiaan merupakan elemen penting bagi stabilitas kawasan, ketahanan, dan efektivitas kerja sama regional,” tambahnya.
Sebagai penutup, Meehan menegaskan bahwa Pemerintah Australia akan terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia dan negara-negara di kawasan dalam mendukung sistem manajemen logistik kemanusiaan yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan.
“Pemerintah Australia terus berkomitmen untuk bekerjasama dengan negara di Indonesia guna mendukung sistem manajemen logistik global yang inklusif, efektif, dan berkelanjutan,” pungkas Meehan. (*/tim)
