Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan jajaran PT Aria Jaya Daikin Indonesia di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2026). Pertemuan strategis ini diterima langsung oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief.
Kunjungan tersebut menjadi momentum awal untuk mengintegrasikan solusi tata udara berkualitas global ke dalam ekosistem Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Jaringan AUM yang meluas di bidang kesehatan, pendidikan, hingga fasilitas publik di seluruh Indonesia menjadi potensi besar dalam penerapan teknologi pendingin udara yang ramah lingkungan dan efisien.
Distributor AC Daikin, Giri Fajar Wibawa, mengungkapkan bahwa jaringan luas Muhammadiyah memiliki daya tarik besar bagi pengembangan ekosistem bisnis bersama. Menurutnya, Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) tidak hanya berpeluang menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mitra strategis.
“Kami melihat peluang besar bagi BUMM untuk bermitra dengan Daikin, bukan sekadar konsumen, melainkan mitra dalam distribusi hingga penyediaan layanan teknis tepercaya,” ujar Giri.
Ia menambahkan, evaluasi awal menunjukkan potensi pasar yang sangat menjanjikan dengan tingkat kompetisi yang relatif rendah di beberapa wilayah operasional AUM. Situasi ini dinilai menjadi keunggulan kompetitif yang dapat dioptimalkan kedua pihak.
Dalam pertemuan tersebut, Muhammadiyah dan Daikin menjajaki sejumlah skema kerja sama jangka panjang. Beberapa fokus utama meliputi penyaluran distribusi khusus AUM, penguatan layanan purnajual (after-sales service), peningkatan efisiensi energi, hingga program sertifikasi dan pelatihan teknisi terampil.
Sinergi ini juga diyakini mampu membuka ruang bagi pemberdayaan ekonomi generasi muda di lingkungan Muhammadiyah.
“Kami mendorong para pemuda untuk menekuni bidang ini secara serius, bahkan membentuk entitas bisnis seperti PT jika berkomitmen. Kerja sama dapat dibangun di berbagai tingkatan demi memberikan manfaat bersama,” tegas Hilman Latief.
Langkah lanjut dari audiensi ini adalah pembahasan detail teknis guna mewujudkan layanan tata udara yang lebih hemat energi, berkelanjutan, dan berdampak sosial-ekonomi bagi jaringan Muhammadiyah di tanah air. (*/tim)
