SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Kukuhkan 62 Siswa-siswi Pengajar Al-Qur’an Metode Ummi

SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Kukuhkan 62 Siswa-siswi Pengajar Al-Qur’an Metode Ummi
www.majelistabligh.id -

Suasana khidmat dan penuh semangat tampak menyelimuti kegiatan pengukuhan pengajar Al-Qur’an metode Ummi angkatan III tahun pelajaran 2025/2026 siswa-siswi SMA Muhammadiyah 3 Tulangan Sidoarjo. Pengukuhan dilaksanakan di Aula Masjid At Tanwir, SMP Muhammadiyah 10, Suko, Sidoarjo, Kamis (14/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam memperkuat budaya literasi Al-Qur’an di lingkungan pendidikan Muhammadiyah. Program pembelajaran Al-Qur’an metode Ummi di sekolah tersebut dilaksanakan rutin setiap pekan, mulai Selasa hingga Jumat.

Melalui pembiasaan itu, peserta didik tidak hanya diarahkan mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga dipersiapkan menjadi pengajar Al-Qur’an bagi lingkungan sekitarnya.

Kepala SMA Muhammadiyah 3 Tulangan, Hartatik, SPd mengatakan, proses seleksi calon pengajar Al-Qur’an dilakukan cukup ketat. Dari sekitar 360 siswa yang mengikuti tahapan awal, hanya sebagian yang dinyatakan lolos untuk mengikuti pembinaan intensif.

“Dari sekitar 360 siswa-siswi yang mengikuti seleksi, terpilih 12 siswa dan 50 siswi untuk mengikuti pembelajaran secara intensif,” ujarnya.

Menurut Hartatik, para peserta kemudian menjalani proses pembinaan berkelanjutan sebelum mengikuti sertifikasi pengajar Al-Qur’an metode Ummi. Selama tiga hari, mereka mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi untuk memperoleh syahadah sebagai pengajar.

“Mereka mengikuti proses sertifikasi selama tiga hari untuk mendapatkan syahadah sebagai pengajar Al-Qur’an metode Ummi,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter Islami peserta didik. Para siswa diharapkan mampu menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki kemampuan berdakwah melalui pendidikan.

Kegiatan pengukuhan itu pun menjadi momentum penting bagi sekolah dalam menyiapkan kader-kader pengajar Al-Qur’an muda.

Dengan bekal syahadah yang dimiliki, para siswa diharapkan dapat menebarkan semangat belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat. (abdul wahab)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search