Staf Ahli Menteri Titip 4 Pesan di Wisuda SD Muhammadiyah 1 Setu, Bekasi

Mariman Darto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Persyarikatan Muhammadiyah. (ist)
www.majelistabligh.id -

Suasana haru berselimut bangga mewarnai prosesi Haflatul Wada’ Angkatan II sekaligus Wisuda Tahfiz Juz 29 dan 30 SD Muhammadiyah 1 Setu, Kabupaten Bekasi, Kamis (25/6/2026). Momentum kelulusan ini terasa kian istimewa berkat kehadiran Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen) RI, Mariman Darto, untuk memberikan motivasi bagi para lulusan dan segenap civitas akademika.

Dalam sambutannya, Mariman Darto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Persyarikatan Muhammadiyah, pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua. Menurutnya, sinergi seluruh pihak telah berhasil mengawal dan membimbing para siswa dengan sabar selama enam tahun masa pendidikan dasar.

“SD Muhammadiyah 1 Setu tidak sekadar mentransfer kecerdasan akademik, tetapi juga berhasil menanamkan fondasi karakter, akhlak mulia, kejujuran, kedisiplinan, hingga rasa empati. Karakter ini adalah investasi seumur hidup yang akan menjadi penentu utama kesuksesan anak-anak di masa depan,” ujar Mariman.

Dalam kesempatan tersebut, Mariman menjabarkan empat pesan strategis yang menjadi bekal penting bagi lulusan maupun orang tua dalam menghadapi tantangan zaman:

1. Karakter sebagai Fondasi Utama Melawan Arus Zaman. Mariman mengingatkan bahwa dunia saat ini bergerak sangat dinamis dengan tantangan kehidupan yang cenderung materialistik dan individualistis. Oleh karena itu, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan moralitas yang kokoh.

“Setinggi apa pun kecerdasan seseorang, tidak akan bermakna tanpa karakter yang kuat. Integritas, kejujuran, dan akhlak mulia merupakan modal paling berharga untuk memenangkan masa depan,” tegasnya.

2. Rekonstruksi Makna Prestasi: Menjadi Lebih Baik dari Kemarin. Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak mendefinisikan ulang makna prestasi. Nilai rapor dan peringkat kelas bukanlah tolok ukur tunggal, melainkan proses pertumbuhan kepribadian siswa yang berkelanjutan.

“Ijazah yang diterima hari ini adalah bukti pencapaian akademis. Namun, prestasi yang sesungguhnya adalah saat kalian mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari kemarin, serta memiliki ketangguhan untuk bangkit kembali setiap kali menemui kegagalan,” pesannya seraya mendorong siswa untuk terus mengeksplorasi keunikan potensi diri.

3. Internalisasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mariman juga menekankan pentingnya mengadopsi Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, taat beribadah, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta menjaga pola tidur yang cepat dan cukup. “Anak hebat tidak lahir secara instan dari bakat semata, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dirawat secara konsisten setiap hari,” imbuhnya.

4. Menghidupkan Janji Pelajar Indonesia. Mariman meminta para siswa tidak sekadar menghafal Janji Pelajar Indonesia yang kerap diikrarkan, melainkan menjadikannya komitmen moral yang nyata. Lima poin inti yang wajib diimplementasikan sehari-hari mencakup keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, penghormatan kepada orang tua dan guru, kesungguhan dalam belajar, menjaga kerukunan antarteman, serta memupuk rasa cinta kepada tanah air.

Orang Tua sebagai Madrasah Pertama

Menutup sambutannya, Mariman menyampaikan terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaan penuh yang dititipkan kepada SD Muhammadiyah 1 Setu. Ia mengingatkan bahwa proses pendidikan anak tidak berakhir seiring dengan selesainya prosesi wisuda.

“Hari ini sekolah menyerahkan kembali tongkat estafet pendidikan kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk melanjutkan perjalanan anak-anak ke jenjang yang lebih tinggi. Ingatlah bahwa rumah adalah madrasah pertama dan utama. Tetaplah mendampingi mereka dengan keteladanan dan kasih sayang,” pungkasnya.

Acara Haflatul Wada’ dan Wisuda Tahfiz ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebahagiaan. Selain melepas kelulusan angkatan kedua, momentum ini menjadi bukti nyata komitmen kuat SD Muhammadiyah 1 Setu Bekasi dalam melahirkan generasi Qurani yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam karakter, serta siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search