Sulap Limbah Pisang, Mahasiswa KKN UMSURA Kenalkan Teknologi PISANGCHOP

Sulap Limbah Pisang, Mahasiswa KKN UMSURA Kenalkan Teknologi PISANGCHOP
www.majelistabligh.id -

Inovasi sederhana yang lahir dari semangat pengabdian masyarakat kembali dihadirkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Melalui kegiatan sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) bertajuk PISANGCHOP, mahasiswa KKN Kelompok 16 memperkenalkan teknologi pengolahan limbah batang dan daun pisang kepada masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Wonorejo ini berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain dihadiri Kepala Desa Wonorejo beserta jajaran perangkat desa dan kepala dusun, acara ini juga turut dihadiri oleh perwakilan penyuluh pertanian dari kecamatan serta seluruh mahasiswa KKN yang berjumlah 38 orang.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan pertama yang disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sulton Dedi Wijaya, S.Pd., MPd. Ia mengapresiasi karya mahasiswa dan berharap adanya penyempurnaan alat setelah uji coba ini.

Kepala Desa Wonorejo, Hari Wahyudi, turut memberikan dukungan penuh atas inisiatif luar biasa tersebut. Menurutnya, inovasi teknologi sederhana ini sangat relevan untuk meningkatkan nilai ekonomi warga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa dari limbah pertanian.

Sementara itu, Ketua Kelompok 16, M. Yahya Al Farabi, menambahkan bahwa PISANGCHOP memang dirancang khusus sebagai solusi praktis yang memaksimalkan potensi lokal di Desa Wonorejo.

Memasuki sesi inti, Wahyu Triansyah bersama Arya Wahyu Setiawan memaparkan secara detail sistem kerja PISANGCHOP. Mereka menjelaskan bahwa teknologi tepat guna ini dirancang khusus untuk mencacah batang pisang menjadi bahan pakan ternak alternatif, kompos, hingga produk olahan organik lainnya.

“Alat ini sengaja dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat pedesaan sehingga mudah dioperasikan, hemat biaya perawatan, serta mampu memaksimalkan bahan baku lokal yang melimpah,” jelasnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi penggunaan alat. Para peserta tampak memperhatikan proses pencacahan batang pisang dan berdiskusi mengenai potensi penerapan teknologi tersebut di tingkat rumah tangga maupun kelompok tani. Interaksi yang terbangun menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi yang diperkenalkan.

Sosialisasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa KKN UMSURA untuk menumbuhkan kesadaran warga dalam mengelola sumber daya lokal secara berkelanjutan. Sinergi yang terbangun dengan pemerintah desa pun diharapkan memicu lahirnya masyarakat Wonorejo yang lebih produktif dan mandiri.

Program PISANGCHOP membuktikan bahwa pengabdian masyarakat paling efektif adalah yang menyentuh kebutuhan nyata. Melalui sentuhan teknologi tepat guna ini, limbah batang pisang yang dulunya dibuang kini bertransformasi menjadi peluang ekonomi baru yang ramah lingkungan. (wahyu triansyah)

 

Tinggalkan Balasan

Search