Takmir Masjid Al Muttaqien Panglima Sudirman Eks Sekolah Marsinah Resmi Dikukuhkan.

Takmir Masjid Al Muttaqien Panglima Sudirman Eks Sekolah Marsinah Resmi Dikukuhkan.
www.majelistabligh.id -

Takmir Masjid Al Muttaqien Jl. P. Sudirman komplek SMA Muhammadiyah Nganjuk resmi dikukuhkan, Ahad (10/05/2026). Pengukuhan dilakukan usai pengajian Fajar Mubarok yang diikuti ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Nganjuk, Ustadz Subandi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran takmir dalam menghidupkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan pemberdayaan umat.

Dalam pengukuhan tersebut, Muhammad Roissudin, M.Pd resmi ditetapkan sebagai Ketua Takmir Masjid Al Muttaqien, menggantikan Ustadz Amiruddin, M.Pd yang telah menjabat selama dua periode.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa energi baru dalam pengelolaan masjid yang lebih progresif dan adaptif.

Masjid Al Muttaqien memiliki nilai historis tersendiri bagi warga Muhammadiyah Nganjuk. Selain menjadi ikon organisasi, masjid ini berada di kawasan SMA Muhammadiyah Nganjuk yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan hidup Marsinah, tokoh buruh nasional yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.

Profil Pimpinan Takmir

Muhammad Roissudin, M.Pd dikenal sebagai akademisi sekaligus aktivis filantropi. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk dan Ketua Divisi Mubaligh Muda Majelis Tabligh PWM Jawa Timur.

Selain itu, ia juga tengah menempuh studi doktoral di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta aktif sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Di posisi wakil ketua, Ir. Ahmad Firdi dipercaya mendampingi. Ia merupakan praktisi teknik lingkungan dan berasal dari keluarga tokoh pendiri Muhammadiyah Nganjuk, dengan garis keturunan yang terhubung dengan Ustadz Kusbani Abror.

Posisi cukup Sentral sekretaris diemban oleh Ustadz Zainal Arifin, M.Pd, seorang pendidik dan ASN aktif di salah satu SMA Negeri di Nganjuk.

Latar belakang pesantren yang kuat membuatnya memiliki kapasitas keilmuan mendalam dalam bidang fiqih dan kajian kitab klasik.

Hal ini mendorong dakwah ke Islam semakin mengakar bertumpu pada nilai Al Quran, Hadis dan kitab-kitab Kontemporer dan kontektuka dengan zaman.

Sementara itu, jabatan bendahara dipercayakan kepada Abdul Haris, praktisi perbankan yang berpengalaman di bidang keuangan. Ia juga dikenal sebagai putra dari sesepuh Muhammadiyah Nganjuk, Ia diharapkan mampu menjaga pengelolaan keuangan masjid secara transparan dan profesional.

Sebelumnya, pengajian Fajar Mubarok diisi oleh Dr. Pelit Haidir, pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Lamongan. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk peran Muslim agar dapt memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Salah sarmtunya memakmurkan masjid sebagai basis pembinaan umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman.

Ritual qurban dan peran Peran Sosial kemasjidan harus juga menjadi aksi yang memperluas dampak ekonomi sosial bukan hanya Ritus. (*/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search