Transformasi KOKAM Jawa Tengah: Dari Pengamanan hingga Pelayanan Juru Sembelih Halal Bersertifikat BNSP

Transformasi KOKAM Jawa Tengah: Dari Pengamanan hingga Pelayanan Juru Sembelih Halal Bersertifikat BNSP
www.majelistabligh.id -

Momentum Hari Raya Iduladha selalu menjadi panggung bakti bagi personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Namun, ada yang berbeda dalam beberapa tahun terakhir. Jika biasanya KOKAM identik dengan pengamanan ibadah salat Id dan pengaturan lalu lintas, kini peran mereka telah bertransformasi ke arah yang lebih taktis, higienis, dan profesional di lini paling krusial ibadah kurban.

​Di beberapa daerah di Jawa Tengah, personel KOKAM tidak hanya berjaga di lini depan pengamanan, tetapi juga turun langsung ke area penyembelihan. Bukan sekadar membantu, mereka hadir dengan kualifikasi khusus sebagai Juru Sembelih Halal (Juleha) yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Transformasi KOKAM Jawa Tengah: Dari Pengamanan hingga Pelayanan Juru Sembelih Halal Bersertifikat BNSP
Kualifikasi khusus sebagai Juru Sembelih Halal (Juleha) menuntut kelengkapan piranti pendukung yang memadai. (dok)

​Menanggapi fenomena positif ini, Komandan KOKAM Jawa Tengah, Manshur Nurdin, menuturkan bahwa fenomena ini merupakan wujud transformasi dan akselerasi gerakan yang sangat membanggakan bagi kader Muhammadiyah.

“Ini merupakan akselerasi yang membanggakan bagi kader Muhammadiyah. Sudah saatnya KOKAM mengambil peranan yang memberikan impact (dampak) nyata di tengah masyarakat,” ujar Manshur Nurdin.

Menurut Manshur, KOKAM harus terus relevan dengan kebutuhan zaman. Pelayanan teknis keagamaan yang profesional seperti Juleha adalah salah satu cara konkret KOKAM hadir memberikan solusi dan ketenangan di tengah umat.

​Menjamin Syariat dan Kualitas Daging (ASUH)

​Kehadiran personel KOKAM di beberapa daerah berstandar BNSP ini membawa perubahan signifikan pada tata kelola kurban di tingkat ranting maupun cabang. Berbekal sertifikasi profesi, personel KOKAM memastikan proses hulu ibadah kurban dilakukan mutlak sesuai syariat Islam—mulai dari aspek perlakuan hewan yang ihsan (tidak membuat stres) hingga teknik penyembelihan sekali jalan yang memutuskan tiga saluran utama.

Tidak hanya aspek fikih, standardisasi ini juga mencakup penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Personel di lapangan menerapkan protokol kebersihan ketat, seperti memisahkan area basah dan kering, mencegah kontaminasi silang antara jeroan dan daging, hingga edukasi pengemasan yang higienis sebelum didistribusikan kepada para mustahik.

​Edukasi Manajemen Kurban dan Kamtibmas

​Selain bertindak sebagai eksekutor, personel KOKAM berlisensi ini juga menjadi motor edukasi bagi panitia kurban lokal. Mereka membantu merancang alur penanganan hewan guna meminimalisir kerumunan dan mempercepat durasi kerja panitia di lapangan.

​Sementara itu, bagi personel yang belum tersertifikasi Juleha, mereka tetap sigap mengondisikan keamanan lokasi, mengatur antrean warga, serta mengawal distribusi daging agar tepat sasaran. Sinergi ini memastikan seluruh rangkaian Idul Adha berjalan tertib, aman, dan bersih.

​Langkah maju yang ditegaskan oleh Markas Wilayah KOKAM Jawa Tengah di bawah komando Manshur Nurdin ini membuktikan bahwa KOKAM kini tidak hanya mengandalkan fisik dan kesiapsiagaan, melainkan juga menonjolkan kompetensi ilmiah dan profesionalisme. Sebuah manifestasi nyata dari dakwah bil hal yang berkemajuan. (tarqum azis)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search