Tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Indonesia pada tahun 2025 sukses melonjak ke angka 77,89, naik dari posisi tahun sebelumnya yang berada di angka 76,47.
Capaian historis ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam.
Menag menegaskan, angka tersebut tidak hanya menjadi capaian tertinggi sejak Indonesia berdiri, melainkan juga berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025 sebesar 76,47, serta makin mendekati target akhir RPJMN 2029 di angka 78,25.
“Malam ini ribuan umat dan para tokoh lintas agama berkumpul memanjatkan doa terbaik bagi negeri. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” ujar Nasaruddin di hadapan ribuan jemaah.
Selain IKUB, kabar menggembirakan juga datang dari Indeks Kesalehan Umat Beragama yang mengalami peningkatkan signifikan menjadi 84,20 pada tahun 2025. Menurut Menag, tren positif ini adalah bukti nyata dari ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam merawat keharmonisian bangsa.
Nasaruddin secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tokoh agama yang dinilai konsisten membina jemaah dan menjaga kondusivitas sosial di akar rumput.
“Terima kasih kepada seluruh tokoh agama yang terus konsisten membina umat hingga kerukunan bangsa tetap terawat. Ini sangat penting, karena kerukunan adalah modal dasar utama pembangunan nasional,” tuturnya.
Melalui momentum Doa Kebangsaan di Monas ini, Kementerian Agama berharap nilai-nilai toleransi dan persatuan terus mengakar kuat, menjadikan keberagaman sebagai kekuatan utama Indonesia dalam menyongsong masa depan. (*/tim)
