Setelah melewati proses panjang dan restrukturisasi yang dimulai sejak pertengahan tahun 2025, Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi kini resmi berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia/UM.ID).
Perubahan identitas ini disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 704/B/O/2026 yang ditetapkan pada 8 Juli 2026, menandai babak baru bagi institusi pendidikan tinggi terkemuka di Kota Bekasi tersebut.
Langkah ini merupakan tahap lanjutan dari proses alih kelola dari Yayasan Pendidikan Islam “45” Bekasi kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah diinisiasi sejak 28 Agustus 2025, disusul dengan prosesi serah terima pada September 2025 lalu.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa transformasi ini membawa visi strategis yang lebih luas. Langkah alih kelola ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga membawa kontribusi nyata di kancah global.
“Dari Kota Bekasi untuk Indonesia, kemudian mendunia,” ujar Haedar Nashir optimis, dalam seremoni alih kelola institusi, September 2025 lalu.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas langkah konkret PP Muhammadiyah. Menurutnya, pengambilalihan ini merupakan upaya nyata dalam menyempurnakan kebermaknaan perguruan tinggi di Indonesia.
“Selamat kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Langkah ini akan menjadikan eks-Unisma Bekasi sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya sekadar didengar, tetapi juga menjadi rujukan baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Fauzan.
Proses Panjang dan Optimisme Baru
Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengungkapkan bahwa proses pengalihan kelola ini telah melalui dinamika dan prosedur yang panjang demi mencapai titik temu terbaik. Ia pun mengimbau kepada seluruh pengelola kampus dan pengurus Muhammadiyah di Bekasi untuk bersinergi mengawal masa depan UM Indonesia.
“Prosesnya sudah sangat panjang dan beberapa kali direstrukturisasi. Ini adalah amal jariyah yang tidak akan terputus dari generasi ke generasi,” kata Muhadjir.
Bergabungnya UM Indonesia ke dalam jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) akan diikuti dengan penguatan kualitas akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, serta penyelarasan program studi dengan kebutuhan dunia industri modern.
Saat ini, Universitas Muhammadiyah Indonesia mengasuh puluhan program studi jenjang sarjana dan magister yang bernaung di bawah tujuh fakultas dan satu sekolah pascasarjana, meliputi:
- Fakultas Agama Islam
- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
- Fakultas Teknik
- Fakultas Ekonomi
- Fakultas Pertanian
- Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
- Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa
Pihak manajemen kampus menegaskan bahwa meskipun terjadi perubahan identitas kelembagaan, proses perkuliahan mahasiswa aktif, status kelulusan, dan pelayanan akademik tetap berjalan normal sesuai ketentuan pemerintah. Kampus juga memastikan akan segera melakukan sosialisasi intensif terkait penyesuaian administrasi, mulai dari ijazah, dokumen akademik, hingga sistem informasi mahasiswa. (*/tim)
