Untaian Puisi Irwan Jamaluddin pada 70 Tahun Prof. Syamsul Anwar

Prof. Syamsul Anwar
www.majelistabligh.id -

Peringatan milad ke-70 Prof. Syamsul Anwar terasa kian istimewa. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah periode 2000–2022 tersebut mendapat banyak ucapan selamat (tahniah) dari para sahabat, murid, dan kolega. Momentum ini bertepatan dengan talkshow peluncuran buku memoar dirinya yang berjudul Fakih yang Zahid di Era Pudarnya Kepakaran: 70 Tahun Prof. Syamsul Anwar, Senin (31/8/2026).

Buku tersebut merangkum perjalanan hidup, rekam jejak pemikiran, hingga kesaksian dari orang-orang terdekatnya. Namun, di antara deretan apresiasi yang mengalir, ada satu ucapan yang paling berkesan dan menyita perhatian Prof. Syamsul, yakni sebuah puisi bergaya akrostik Melayu karya Dr. Irwan Jamaluddin, Sn., purnatugas dosen Universitas Indonesia yang kini bermukim di Yogyakarta.

Melalui bait-bait akrostik yang membentuk frasa “FAKIH YANG ZAHID DI ERA PUDARNYA KEPAKARAN” serta nama “PROF SYAMSUL ANWAR”, Dr. Irwan memotret kontrasnya konsistensi integritas sang profesor di tengah dinamika zaman.

Berikut bait-bait ucapan indah yang dibagikan kembali oleh Prof. Syamsul Anwar:

Pengamal Ilmu

F aham aba-aba semesta

A turan tertata pandu manusia

K uasa Ilahi nampakkan gejala

I nsyaf diri bersikap bersahaja

H ikmah ilmu terang bercahaya

*

Y aitu yakni sama dengan adalah

A kal budi lentera cahaya hidayah

N arasi berisi bersimbah petuah

G erak langkah tak mudah goyah

*

Z uhud itu hidup istikamah

A rah langkah tetap qanaah

H ari-hari dilalui penuh berkah

I lmu menuntun jiwa berserah

D iam dan gerak berselimut tuah

*

D engar dan simak narasi bertebar

I ntuisi menyaring salah dan benar

*

E ngkau tenang dalam kebingaran

R iak zaman ilmu jabatan jadi jualan

A mbil muka menjilat pada kekuasaan

*

P enjilat dan pengkhianat berkeliaran

U njuk kuasa tumpas kebenaran

D ada ditepuk selera ditanyakan

A rogansi ilmu jadi budak kekuasaan

R usak bangsa oleh syahwat oplosan

N ada dan irama membela kezaliman

Y ang disuarakan dalil pembenaran

A mbil upah dengan jalan pelacuran

*

K erakusan cemas tak dapat makan

E lit gelap mabuk hilang kesadaran

P embodohan watak penjajahan

A mal makruf, mungkar dijalankan

K ebusukan syubhat tak termaafkan

A kal tak sehat halalkan segala jalan

N afsu rakus semuanya ditelan

MEMOAR 70 Tahun

P endidik pemikir yang rendah hati

R uang sunyi dijalani sehari-hari

O mong kosong sangat dijauhi

F ikiran jernih merawat nurani

*

S ebagai guru berwatak pendidik

Y ang hak dipegang, batil dijentik

A nalisis masalah penuh selidik

M usyawarah diputuskan otentik

S antun dengar disanggah cerdik

U mpama padi berisi bertabik

L urus jalan tak pandai menghardik

*

A lam terbentang dijadikan guru

N askah disusun jadikan buku

W arisan intelektual untuk anak cucu

A khlak mulia menuntun maju

R iwayat berkisah pengamal ilmu

(Lembaga Riset TULANG BAWANG, 02-09-26)

Untaian bait puitis tersebut bukan sekadar ucapan ulang tahun biasa, melainkan cerminan rasa hormat yang mendalam atas dedikasi dan konsistensi Prof. Syamsul Anwar sebagai seorang ulama, akademisi, dan pendidik sejati. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search