Wamenag: Ujian akan Hadir saat Mendapatkan Jabatan

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i
www.majelistabligh.id -

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i mengingatkan bahwa ujian bisa hadir melalui keberhasilan, jabatan, dan kenyamanan. Keran itu, ia memberi nasihat agar Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama istikamah dalam menjaga amanah.

“Tidak sedikit yang taat saat susah, tetapi lalai ketika diberi kemudahan. Karena itu, kita harus menjaga fitrah pengabdian kepada Allah,” tegasnya saat memberi sambutan pada Majelis Mujahadah Inspektorat Jenderal (MMI) #11.

Di hadapan ratusan pegawai dan auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Wamenag mengajak ASN untuk memaknai pekerjaan sebagai ibadah, bukan sekadar rutinitas birokrasi. “Ketika kita ‘menjual’ diri kepada Allah, maka jabatan, harta, dan kebebasan tidak lagi kita gunakan semau sendiri. Semua harus mengikuti kehendak Allah Swt,” ujarnya.

Ia mengulas kandungan Surah At-Taubah ayat 111 tentang Allah yang “membeli” diri dan harta orang beriman dengan surga sebagai balasan. Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan mendalam tentang penggunaan kebebasan, kekuasaan, dan amanah.

Manusia, lanjut Wamenag, diberi kebebasan dalam menjalani hidup. Namun, kebebasan itu menjadi ujian untuk menentukan apakah seseorang tetap berada di jalan Allah atau justru mengikuti kepentingan dan hawa nafsu.

“Kita bebas memilih, termasuk untuk hadir dalam majelis seperti ini. Harta yang kita miliki juga milik Allah, tetapi kita diberi ruang untuk mengelolanya. Dari situlah Allah menilai pilihan kita,” katanya.

Wamenag mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Majelis Mujahadah yang rutin digelar setiap Kamis malam Jumat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat mental dan spiritual aparatur, khususnya insan pengawasan.

“Kegiatan ini perlu terus dirawat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga mengingatkan bahwa bekerja di Kementerian Agama adalah jalan ibadah,” ujarnya.

Wamenag mengutip hadis tentang kerinduan Rasulullah saw kepada umatnya yang hidup setelah masa beliau. Umat tersebut adalah mereka yang tetap istikamah menjalankan ajaran. “Mudah-mudahan kita termasuk umat yang dirindukan Rasulullah saw,” ucapnya.

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Khoirul Huda Basyir, menyampaikan bahwa Majelis Mujahadah Inspektorat Jenderal telah berlangsung secara istikamah selama bertahun-tahun. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan mental dan spiritual pegawai.

Pada 2026, MMI mengusung tema “Mujahadah untuk Pengokoh Integritas”. Tema ini menjadi upaya memperkuat budaya kerja pengawasan yang bersih, profesional, dan berintegritas.

“Kegiatan mental spiritual ini menjadi penguat komitmen dan penyemangat bagi pegawai untuk tetap istikamah menjalankan amanah pengawasan,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search