Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar menggelar workshop teknik penulisan bagi para Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kota Blitar tahun 2026, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan pemateri Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam, S.PdI, MPd ini menargetkan para guru memiliki bekal keterampilan menulis, khususnya dalam menyusun buku berstandar ISBN (International Standard Book Number).
Workshop yang berlangsung dengan suasana interaktif tersebut diikuti puluhan guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi dasar kepenulisan hingga praktik langsung menyusun kerangka tulisan.
Kepala Kemenag Kota Blitar, H. Mohammad Kanzul Fathon, S.Ag, MPdI melalui kegiatan ini berharap para guru memiliki bekal keterampilan menulis yang memadai. Ia menekankan pentingnya kemampuan literasi bagi tenaga pendidik, tidak hanya sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam dunia pendidikan.
“Saya berharap, pemateri bisa menularkan pengalaman dan kesuksesan dalam membuat karya tulis ataupun buku kepada para peserta,” ujarnya.
Menurutnya, guru memiliki potensi besar untuk menjadi penulis produktif karena kesehariannya tidak lepas dari proses pembelajaran dan pengayaan materi. Dengan kemampuan menulis yang baik, guru dapat menuangkan gagasan, pengalaman, serta inovasi pembelajaran ke dalam bentuk karya ilmiah maupun buku yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kepala Perpustakaan Bung Karno, Nurny Syam, turut menyambut baik penyelenggaraan workshop tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi penulis baru dari kalangan guru.
“Harus diakui, kita sangat kekurangan penulis produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan penulis dari kalangan pendidik sangat penting untuk memperkaya literatur pendidikan, khususnya yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal. Oleh karena itu, workshop seperti ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, pemateri Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Ia menekankan bahwa menulis bukanlah hal yang sulit selama seseorang memahami teknik dan memiliki kemauan untuk memulai.
“Menulis itu gampang asalkan tahu tekniknya dan hari ini kita akan membuktikan bahwa hanya dalam satu hari kita mampu menghasilkan karya buku ber-ISBN,” ujar guru PAI SMA Negeri di Blitar tersebut yang juga dikenal sebagai dai muda Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, ia juga membagikan tips praktis menulis, mulai dari menentukan ide, menyusun kerangka, hingga teknik menjaga konsistensi dalam menyelesaikan tulisan. Ia mendorong para guru untuk tidak takut memulai, karena setiap tulisan besar berawal dari langkah kecil.
Selain materi teori, workshop ini juga diisi dengan sesi praktik langsung. Peserta diajak menyusun draft tulisan yang berpotensi dikembangkan menjadi buku ber-ISBN. Dengan pendampingan intensif dari pemateri, diharapkan setiap peserta mampu menghasilkan karya awal yang dapat dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.
(*/tim)
