5M Karakter Guru Muhammadiyah Hebat

Dr. Sholihin Fanani, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, (ist)
*) Oleh : Dr. Muhammad Sholihin Fanani, M.PSDM.
Wakil Ketua PWM Jawa TImur
www.majelistabligh.id -

Pendidikan bagi Persyarikatan Muhammadiyah bukanlah sekadar aktivitas rutin transfer ilmu pengetahuan dari guru ke murid. Sejak KH Ahmad Dahlan mendirikan sekolah pertama di Kauman, pendidikan telah diletakkan sebagai napas perjuangan dan laboratorium peradaban. Muhammadiyah memiliki perhatian khusus dalam membangun anak didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara teologi dan karakter.

Membangun pendidikan yang hebat tidak boleh berhenti pada kemegahan gedung, kecanggihan sarana, atau kelengkapan prasarana. Guru adalah ujung tombak. Guru adalah ruh dari sekolah. Tanpa kualitas guru yang mumpuni, semua fasilitas tersebut hanyalah benda mati tanpa makna.

Pengembangan kualitas guru adalah kunci utama pembentukan karakter siswa. Untuk mencapai level “Guru Muhammadiyah Hebat“, setiap pendidik wajib menginternalisasi semangat 5M. Berikut adalah manifestasi dari karakter 5M tersebut:

  1. MAHABBAH: Seorang pendidik harus memiliki jiwa cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia terutama kepada anak didiknya agar menjadi anak yang baik dan berhasil.
  2. MUJAHADAH: Seorang pendidik harus memiliki sifat yang bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya.
  3. MUHASABAH: Seorang pendidik harus memiliki sifat siap melakukan introspeksi terhadap dirinya sendiri sehingga terus ada perbaikan.
  4. MUARAFAH: Seorang pendidik harus memiliki jiwa yang lapang, pandangan yang luas dan komprehensif.
  5. MAKRUFAH: Seorang pendidik harus bisa menjadi contoh dan teladan dalam menjalankan dan memperjuangkan kebaikan dan kebermanfaatan.

Guru Muhammadiyah harus menjadi pelopor dalam kebaikan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Keteladanan adalah metode pendidikan yang paling efektif. Karakter tidak bisa diajarkan melalui teks; karakter hanya bisa ditularkan melalui perilaku nyata yang dilakukan secara konsisten oleh sang guru.

Menjadi guru di lingkungan Muhammadiyah adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah peradaban. Dengan memegang teguh prinsip 5M (Mahabbah, Mujahadah, Muhasabah, Muarafah, dan Makrufah), seorang pendidik akan bertransformasi menjadi kekuatan penggerak yang dahsyat.

Guru hebat tidak hanya mencetak manusia cerdas, tetapi melahirkan insan kamil yang akan membawa obor kemajuan bagi bangsa dan agama. Mari kita jadikan 5M ini sebagai jati diri para guru Muhammadiyah, agar pendidikan Muhammadiyah tetap menjadi mercusuar keunggulan di masa kini hingga masa depan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search