Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Rukmini, M.Ap., menegaskan pentingnya kolaborasi antara Aisyiyah dan Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim. Menurutnya, kedua lembaga ini memiliki visi atau “napas” yang sama dalam dakwah.
Pernyataan tersebut disampaikan Rukmini dalam audiensi antara Majelis Tabligh dengan unsur pimpinan PWM Jatim di Kantor PWM Jatim, Jumat (8/5/2026). Ia menilai program Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) yang digagas Majelis Tabligh sangat relevan untuk diadopsi oleh Aisyiyah.
Rukmini mengakui bahwa perkembangan mubalighah (dai putri) di lingkungan Muhammadiyah saat ini masih menghadapi tantangan. Oleh karena itu, momentum AMM diharapkan menjadi sarana regenerasi.
“Kami dari PWA Jatim menitipkan para kader Aisyiyah untuk ikut dibina dan dicetak menjadi dai putri yang berkualitas melalui program ini,” ujar Rukmini.
Meski PWA Jatim telah menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam pembinaan mubalighah, Rukmini yakin keterlibatan Majelis Tabligh akan mempercepat lahirnya pendakwah perempuan yang mumpuni di Jawa Timur.
Masjid Ramah Anak Muda
Selain fokus pada SDM dakwah, Rukmini juga mendorong PWM Jatim untuk menciptakan ekosistem Masjid Ramah Anak Muda. Ia menyoroti fenomena generasi muda yang lebih nyaman berdiskusi atau mengerjakan tugas di kafe daripada di masjid.
“Perlu dipikirkan adanya fasilitas seperti kafe yang representatif di area masjid. Jadi, anak muda bisa diskusi soal Islam atau mengerjakan tugas kuliah di sana. Begitu azan berkumandang, mereka tinggal melangkah untuk salat berjamaah,” tuturnya.
Ia memimpikan masjid tidak hanya didominasi oleh generasi tua, tetapi menjadi pusat aktivitas anak muda agar syiar Islam semakin terasa dinamis.
Terakhir, Rukmini mengusulkan agar Majelis Tabligh menyusun buku panduan khusus bagi para khatib Jumat maupun penceramah pengajian. Panduan ini bertujuan agar isu-isu strategis yang perlu disosialisasikan dapat tersampaikan secara seragam dan mencerahkan di seluruh masjid Muhammadiyah se-Jawa Timur. || chusnun
