Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan 19 unit mobil golf melalui Satgas Operasional Armuzna untuk mengantisipasi jemaah haji yang kelelahan dan rentan pada fase Mina. Armada ini dikerahkan khusus untuk memberikan layanan cepat bagi jemaah lanjut usia (lansia), disabilitas, jemaah terpisah rombongan, hingga yang kehilangan arah usai melontar jumrah di Jamarat.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menjelaskan bahwa kehadiran mobil golf ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan yang cepat, dekat, dan responsif.
“Mobil golf kami siagakan sebagai layanan respons cepat. Petugas bergerak menyisir titik-titik strategis agar jemaah yang kelelahan, tersesat, atau terpisah dari rombongan bisa segera didampingi dan diantar kembali ke tenda dengan aman,” ujar Maria di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Langkah antisipasi ini krusial mengingat jemaah haji Indonesia memasuki hari Tasyrik kedua (12 Dzulhijjah 1447 H), Jumat (29/5/2026), untuk melaksanakan lontar tiga jumrah sekaligus, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj memastikan seluruh pergerakan di fase Mina ini berjalan tertib, terkendali, dan berorientasi penuh pada perlindungan jemaah.
Untuk menjaga keselamatan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk disiplin mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dan tidak bergerak menuju Jamarat di luar waktu tersebut.
Pada 12 Dzulhijjah, jadwal melontar bagi jemaah Indonesia dibagi menjadi dua sesi:
- Sesi Pagi: Pukul 05.00 sampai 10.30 WAS.
- Sesi Malam: Pukul 18.00 sampai 24.00 WAS.
- Waktu Larangan: Pukul 11.00 sampai 14.00 WAS.
Pada rentang waktu larangan tersebut, jemaah agar tetap berada di tenda masing-masing guna menjaga kondisi fisik serta menghindari paparan cuaca panas ekstrem dan kepadatan ekstrem di Jamarat.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Jemaah diminta tidak terburu-buru, tidak berangkat sendiri, dan selalu bergerak bersama rombongan serta mengikuti arahan petugas,” tegas Maria.
Ribuan Petugas Siaga di Titik Krusial
Guna memperkuat layanan di lapangan, Kemenhaj menerjunkan 1.356 Petugas Satgas Mina di sejumlah titik pantau dan jalur utama pergerakan jemaah.
Beberapa posko strategis yang dijaga ketat antara lain:
- Jalan 616 dan Jalan 533
- Depan Mina Al-Wadi Hospital
- Jalan 627 dan area bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz
- Gerbang Terowongan Muaisim Turki
- Depan Syarikah, serta pos pengarah arus kepulangan.
Satgas Mina ini bertugas mengarahkan jemaah menuju Jamarat, mengatur arus pergerakan, mengurai kepadatan, serta memastikan jemaah kembali melalui jalur aman tanpa mengambil jalan pintas yang berisiko.
Selain menyiagakan personel dan armada mobil golf, Kemenhaj juga mengoptimalkan peran Mina Control Room (MCR). Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi jemaah berisiko tinggi (risti). (*/tim)
