Festival Kurma Terbesar Dunia di Buraidah, Arab Saudi

Berbagai jenis kurma ditawarkan dalam festival kurma di Arab Saudi. (SPA)
www.majelistabligh.id -

Festival Kurma Internasional Buraidah resmi dibuka pada Ahad (2/8/2026) di selatan Kota Buraidah, Arab Saudi. Diselenggarakan oleh National Center for Palms and Dates hingga 14 Oktober mendatang, festival ini menegaskan langkah strategis Arab Saudi dalam mentransformasi warisan lokal menjadi kekuatan ekonomi berbasis ekspor di tingkat global.

Ajang yang mempertemukan ribuan petani, pedagang, hingga importir mancanegara ini secara resmi memegang rekor Guinness World Records sebagai festival kurma terbesar di dunia.

Wilayah Qassim kini semakin mengukuhkan posisinya sebagai “Ibu Kota Kurma” Arab Saudi. Berbekal hampir 11 juta pohon kurma dan kapasitas produksi tahunan mencapai 578 ribu ton, kawasan ini menyumbang nilai ekonomi yang fantastis—mencapai SAR 3,2 miliar (sekitar Rp13,7 triliun) setiap tahunnya serta menyerap lebih dari 4.000 tenaga kerja di sektor pertanian, pengolahan, hingga logistik.

Festival ini memamerkan teknologi terkini dalam penyortiran, pengemasan, hingga pemasaran untuk menjamin kualitas terbaik. Varietas unggulan seperti Sukkari yang menjadi primadona pasar internasional, bersanding dengan jenis favorit lainnya seperti Barhi, Khalaas, Sagai, dan Naboot Saif.

Penggunaan teknologi modern ini dipandang sejalan dengan transformasi besar dalam pemenuhan target Visi Kerajaan 2030 (Saudi Vision 2030), di mana komoditas tradisional dialihfungsikan menjadi instrumen diplomasi ekonomi dan Rantai Pasok Global.

“Festival ini telah memantapkan Qassim sebagai festival kurma terbesar di dunia. Ini bukan hanya platform perdagangan komprehensif yang meningkatkan nilai tambah kurma Saudi, tetapi juga jembatan untuk memperluas peluang investasi dan ekspor ke puluhan pasar internasional,” ujar Dr. Khalid Al-Nuqaidan, CEO Festival Kurma Internasional Buraidah sekaligus Sekretaris Komite Tertinggi.

Bagi Kerajaan Arab Saudi, kurma kini bukan lagi sekadar hasil bumi atau simbol budaya berabad-abad lalu, melainkan komoditas strategis bernilai tinggi. Lewat sinergi antara tradisi, adopsi teknologi modern, dan jaringan perdagangan internasional, Festival Buraidah membuktikan bagaimana sektor tradisional mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi modern yang berdaya saing global. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search