Audiensi dengan PWM Jatim, Majelis Tabligh Siap Gelar AMM dan Fashmu 2026

Suasana audiensi Majelis tabligh dengan unsur pimpinan PWM Jatim. (wan)
www.majelistabligh.id -

Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tengah mematangkan persiapan untuk menggelar dua agenda besar pada pertengahan tahun 2026. Kedua agenda tersebut adalah Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) Jatim Zona Dakwah Tapal Kuda dan Festival Anak Shaleh Muhammadiyah (Fashmu) ke-3.

Rencana ini disampaikan langsung dalam audiensi bersama jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Kantor PWM Jatim, Jumat (8/5/2026).

Ketua Majelis Tabligh (MT) PWM Jatim, Abdul Basith, menjelaskan bahwa persiapan AMM ke-4 saat ini sudah berjalan. Panitia telah melakukan koordinasi dengan PDM Probolinggo serta meninjau lokasi pelaksanaan untuk zona Tapal Kuda yang dijadwalkan pada 19-21 Juni 2026.

“Kami memiliki dua alternatif lokasi di Probolinggo, yakni hotel atau salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Jika di hotel, kendalanya ada pada biaya yang cukup besar, sementara niat kami adalah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para mubaligh peserta AMM,” ujar Basith.

Sementara itu, untuk perhelatan Fashmu ke-3 yang akan digelar pada 25 Juli 2026, panitia telah menjalin komunikasi intensif dengan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dan PDM Lamongan. Kedua pihak menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi sebagai tuan rumah.

Acara Fashmu kali ini diprediksi akan berlangsung meriah, mengingat panitia berencana menghadirkan tokoh nasional sekaligus pengurus PP Muhammadiyah, Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Namun, kepastian kehadiran beliau masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Dukungan dan Arahan PWM Jatim

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua PWM Jatim, Hidayatulloh, menekankan pentingnya gerak cepat mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Ia juga memberikan catatan terkait rencana kehadiran tokoh-tokoh besar.

“Rencana mengundang Ustaz Adi Hidayat dan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, sangat bagus untuk syiar. Namun, jika kedua tokoh tersebut hadir, durasi Fashmu mungkin tidak cukup hanya satu hari. Hal ini perlu dikomunikasikan kembali agar manajemen acaranya tepat,” tegas Hidayatulloh.

Di sisi lain, Wakil Ketua PWM Jatim, Tamhid Masyhudi, menyoroti esensi dari kegiatan AMM. Ia berharap program tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi memberikan dampak nyata bagi dakwah Muhammadiyah.

“AMM harus menjadi sarana pembekalan kader mubaligh yang hasilnya terukur, baik secara kualitas maupun pengaruhnya. Pasca-pelatihan, para mubaligh harus mampu berdakwah secara efektif di daerahnya masing-masing. Intinya, harus ada dampak nyata,” pesan Tamhid.

Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pengurus Majelis Tabligh PWM Jatim, serta tiga Wakil Ketua PWM Jatim: Tamhid Masyhudi, Muhammad Sholihin Fanani, dan Hidayatulloh. Turut hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Dra. Rukmini, M.Ap. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search