Azab Kubur

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Penyelamat utama dari siksa kubur adalah iman yang kokoh dan tauhid yang murni, adalah sebab utama keselamatan. Barang siapa yang hidup di atas tauhid dan meninggal dalam keadaan tersebut, maka ia akan selamat dari azab kubur.

Keimanan yang mewujud dalam perbuatan adalah bentuk ketakwaan yang diwujudkan dalam bentuk  ibadah seperti menjaga salat, bersedekah, dan membaca Al Qur’an. Hal itu semua menjadi sebab keselamatan dari azab kubur. Siksa kubur itu ada berdasarkan hadis berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ شُعْبَةَ سَمِعْتُ الْأَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ يَهُودِيَّةً دَخَلَتْ عَلَيْهَا فَذَكَرَتْ عَذَابَ الْقَبْرِ فَقَالَتْ لَهَا أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ زَادَ غُنْدَرٌ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ صحيح البخاري ١٢٨٣

Telah menceritakan kepada kami [‘Abdan] telah mengabarkan kepadaku bapakku dari Syu’bah: aku mendengar [Al Asy’ats] dari [Bapaknya] dari [Masruq] dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha (berkata): Ada seorang wanita Yahudi menemuinya lalu menceritakan perihal siksa kubur kemudian berkata (kepada Aisyah): “Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur”. Kemudian setelah itu ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal siksa kubur, maka Beliau menjawab: “Ya benar, siksa kubur itu ada”. Kemudian ‘Aisyah radliyallahu ‘anha berkata: “Maka sejak itu aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah melaksanakan salat kecuali Beliau memohon perlindungan dari siksa kubur”. Ghundar menambhakan: “Siksa kubur itu benar adanya”. HR. Bukhari:1283

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk memohon keselamatan dari siksa kubur dalam bentuk doa setelah tasyahud akhir sebelum salam. Doa itu senantiasa Rasulullah ajarkan kepada umatnya agar senantiasa dibaca setiap sebelum salam. Begitu pentingnya hal ini sehingga disunahkan setiap kali salat untuk berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu :

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” [HR. Muslim, no. 588]

Dianjurkan membaca doa ini pada tasyahud akhir sebelum salam. Yang dimaksud berlindung dari fitnah ketika hidup adalah tergoda dengan dunia, syahwatnya, tipuan di dalamnya, dan  yang paling besar adalah godaan saat akan meninggal dunia.

Sedangkan fitnah mati adalah ujian setelah kematian. Ada juga ulama yang menerangkan bahwa fitnah hidup adalah cobaan ketika hidup dan hilangnya kesabaran, sedangkan fitnah mati adalah pertanyaan di alam kubur.

Al-Masih Ad-Dajjal adalah musibah besar dalam bentuk kebohongan yang ada di akhir zaman sehingga seorang muslim wajib meminta perlindungan pada Allah dari-Nya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search