Pusat Manasik Haji di Masjid Pantai Bali, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, tengah disiapkan menjadi kawasan terpadu “Kampung Haji”. Kawasan ini digadang-gadang menjadi ekosistem terintegrasi yang mencakup edukasi, pemberdayaan ekonomi umat, kepedulian lingkungan, hingga wisata religi dan bahari.
Gagasan tersebut mengemuka saat Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah, melakukan kunjungan monitoring sekaligus penjajakan program berkelanjutan di Masjid Pantai Bali.
Pengembangan kawasan ini diprakarsai oleh Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) bersama sejumlah pemangku kepentingan. YMPN mengusung konsep “Masjid Out of The Box” melalui misi 5E Smart Masjid, yaitu Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain.
Ketua YMPN, Firmansyah Dimmy, menilai keberadaan pusat manasik ini sangat strategis sebagai sarana pembekalan bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Pusat Manasik Haji di Bali ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Bali maupun Indonesia Timur secara umum,” ujar Firmansyah, Sabtu (5/9/2026).
Saat ini, Masjid Pantai Bali telah dilengkapi berbagai replika penunjang ibadah, seperti Kakbah, Hajar Aswad, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, area Shafa-Marwah, hingga lokasi simulasi lempar jumrah.
Guna memperlengkap fasilitas yang ada, YMPN mengusulkan penambahan replika Jabal Rahmah, Sumur Zamzam, area tenda wukuf, serta penginapan. Penambahan ini ditujukan untuk mendukung kegiatan manasik intensif, pelatihan, pesantren, hingga program komunitas dan sekolah. Selain itu, ketersediaan kendaraan operasional juga diusulkan untuk menunjang mobilitas kegiatan di lapangan.
Melalui konsep “Kampung Haji”, pengelola ingin menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan komprehensif. Pengunjung tidak hanya diajak melihat replika bangunan suci, tetapi juga terlibat dalam pembinaan spiritual, kegiatan ekonomi, dan program pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan BPKH ini turut dihadiri sejumlah pihak, antara lain Founder Gaido Group Muhammad Hasan Gaido, Kepala Pelabuhan Internasional Pengambengan Kartono, perwakilan DMI Jembrana Agung Wibowo, tokoh sejarah Islam Bali Eka Sabhara, serta pelaku UMKM lokal.
Sinergi ini diharapkan dapat merealisasikan pengembangan “Kampung Haji” secara bertahap dan terukur dengan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal Bali. Ke depan, Masjid Pantai Bali diproyeksikan menjadi percontohan masjid modern yang berfungsi sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan umat. (*/tim)
