Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, KH Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa Baznas siap memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang memilih menunaikan pembayaran Dam di Tanah Air. Langkah ini diambil guna memastikan manfaat dari hewan Dam dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan (mustahik) di pelosok negeri, selaras dengan semangat pemberdayaan desa.
“Baznas tidak memaksakan satu pandangan tertentu, melainkan hadir sebagai mitra strategis yang memfasilitasi kebutuhan administratif dan logistik jamaah haji,” ujar Kiai Zainut.
Ia menambahkan, sebagai lembaga negara, Baznas menjamin pengelolaan dana Dam dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. “Kami mengawal ketat setiap tahapan mulai dari pengadaan hewan hingga pendistribusian daging demi menjaga kemaslahatan umat dan kesempurnaan ibadah para jamaah haji,” ujar Kiai Zainut.
Kiai Zainut menegaskan, Baznas berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan yang transparan, profesional, dan sesuai dengan koridor syariat. Baznas memandang perbedaan ini sebagai rahmat yang memberikan kemudahan bagi umat dalam menjalankan ibadah. Baznas senantiasa mengembalikan keputusan kepada jamaah haji untuk memilih dan mengikuti fatwa yang diyakininya.
Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyosialisasikan fatwa yang menetapkan bolehnya penyembelihan dan pendistribusian Dam di Tanah Air. Lembaga ini menegaskan bahwa esensi utama dari penyembelihan hewan Dam jamaah haji adalah kepedulian sosial. Sehingga penyembelihan dan pendistribusian daging Dam di Tanah Air dinilai lebih maslahat. Selain itu penyembelihan Dam di Tanah Air juga mendapat dukungan pemerintah Arab Saudi dan Indonesia.
“Pemerintah Arab Saudi juga sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia ketika ada fatwa menyembelih dan mendistribusikan Dam di luar Tanah Suci,” kata Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Endang Mintarja.
Ia menambahkan, dalam diskusi di Majelis Tarjih, illat yang paling kuat dalam pesan penyembelihan Dam itu adalah kepedulian sosial. Pesan takwa yang paling nyata dalam konteks kurban, termasuk konteks Dam dan hadyu adalah pesan kepedulian sosial.
“Oleh karena itu, dari beberapa ayat yang kami kaji, hadis-hadis, termasuk dari pendapat-pendapat para ulama terdahulu, pesan ini semakin nyata dan semakin kuat bahwa Dam itu mesti tersalurkan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan,” kata Kiai Endang.
Menurut dia, penyembelihan Dam dalam aspek ritualnya tidak terlalu kaku, artinya pelaksanaannya fleksibel. Namun yang penting adalah pesan utama dari penyembelihan Dam, itulah yang harus disampaikan. (*/tim)
