Keutamaan Salat Isya dan Subuh Berjemaah

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Sepinya jalan di waktu subuh dan ramainya di waktu jam kerja, seakan bercerita kepada kita. tentang sifat dan kecintaan manusia terhadap dunia dan malasnya terhadap akhirat. Waktu subuh adalah kesempatan untuk menilai diri sendiri tentang seberapa dekat diri dengan Allah.

Seberapa besar kamu menginginkan surga, sanggupkah kamu meninggalkan tempat tidur untuk kemudian bersegera bersujud kepada Tuhanmu?

Salat Subuh adalah tolak ukur keimanan seseorang. Batas antara kita dengan orang munafik adalah menghadiri salat Isya dan shubuh, sebab orang-orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua salat tersebut.

Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafik karena meninggalakan salat shubuh? Dan kebanyakan orang meninggalkan salat shubuh karena aktivitas tidur.

Nabi ﷺ bersabda,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الصُّبْحِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا»

“Sesungguhnya salat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah salat isya dan salat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

“Tidak ada salat yang lebih berat dirasakan oleh orang munafik melebihi salat Subuh dan salat Isya’, seandainya mereka tahu apa-apa yang ada padanya, pastilah mereka mendatanginya meskipun dengan harus mengesot. Dan sungguh, aku berpikir untuk meyuruh muazin mengumandangkan iqamat, lalu aku suruh seseorang untuk mengimami manusia, sementara itu kuambil api dan kubakar (rumah) orang-orang yang tidak keluar (mengerjakan) salat subuh.” (Al-Lu’lu wal Marjan no. 383)

Salat subuh adalah babak pertamamu melawan setan, entahlah kamu yang berhasil menjatuhkannya ataukah setan yang justru menjatuhkanmu dengan membuatmu tertidur.

Kenapa Dua Salat Ini Terberat?

  • Salat Isya: Waktu istirahat setelah lelah beraktivitas seharian, godaan kantuk sangat besar, dan sering terdistraksi oleh kenyamanan rumah atau hiburan.
  • Salat Shubuh: Waktu yang sangat nyaman untuk melanjutkan tidur, sehingga godaan rasa malas untuk bangun dan beranjak ke masjid sangat tinggi.

Keutamaan Berjamaah Isya dan Shubuh: Barang siapa yang melaksanakannya, seolah-olah dia telah salat (menghidupkan ibadah) sepanjang malam.

Barang siapa yang salat Isya berjamaah maka pahalanya setara dengan menghidupkan separuh malam dalam ibadah.

Saking besarnya pahala tersebut, orang munafik pun akan memaksakan diri untuk hadir jika mereka benar-benar mengerti, meski harus merangkak. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search