Mengenal sekolah bukan sekadar mengetahui letak ruang kelas, Unit kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, gajebo tempat baca serta fasilitas olahraga/lapangan. Lebih dari itu, siswa baru perlu memahami cara menggunakan dan merawat setiap sarana yang tersedia agar lingkungan belajar tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SD Muhammadiyah Pahandut (SDMP), kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang dimulai dari hari Senin sampai Kamis, 13-16, Juli 2026. Para peserta didik diajak mengenali fasilitas sekolah sekaligus membangun karakter (akhlak) dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Kepala sekolah SDMP, Sandra Aryani K., SPd memperkenalkan berbagai fasilitas yang akan digunakan siswa selama menempuh pendidikan. Ia mengawali materi dengan menjelaskan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menjadi tempat berlangsungnya interaksi belajar antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dari penjelasan tersebut, peserta Fortasi mulai mengenal berbagai sarana dan prasarana yang tersedia di SDMP. Sandra memaparkan satu persatu fungsi fasilitas sekolah serta cara menggunakannya secara tepat. Para siswa tampak antusias mengikuti penjelasan tersebut. Mereka tidak hanya memperoleh informasi mengenai ruangan dan fasilitas yang tersedia, tetapi juga memahami tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kondisi setiap sarana.
Menurut Sandra, fasilitas sekolah merupakan milik bersama yang harus dirawat oleh seluruh warga sekolah. Kebiasaan menjaga fasilitas akan memberikan kenyamanan bagi siswa sendiri selama menjalani kegiatan belajar. “Jika kita menjaga sarana dan prasarana sekolah, kita sendiri yang akan mendapatkan rasa kenyamanan dan kesenangannya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar menggunakan setiap fasilitas sesuai dengan fungsi dan aturan yang berlaku. Sikap bijak tersebut diperlukan untuk mencegah kerusakan sekaligus memastikan seluruh warga sekolah dapat memanfaatkannya dengan baik. “Ayo kita jaga bersama, untuk kita semua,” Tegasnya.
Membangun Akhlak ditengah Perkembangan Teknologi
Setelah mengenal lingkungan dan fasilitas sekolah, peserta Fortasi mendapatkan pembekalan beberapa materi diantara “Santun dalam Bermedia Sosial di Era Teknologi disampaikan oleh Pertiwi Adi Puji Astuti, S.Pd.
Dalam sesi ini, Pratiwi mengajak siswa memahami bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan akhlak dan etika. Kemudahan mendapatkan informasi bahkan berkomunikasi melalui perangkat digital tidak boleh membuat seseorang mengabaikan kesantunan.
Pembelajaran dimulai dari kebiasaan yang terlihat sederhana, misalkan kita berbicara menggunakan bahasa yang tidak sopan. Para siswa diajak memahami bahwa akhlak tidak hanya diterapkan ketika berinteraksi secara langsung, tetapi juga ketika berkomunikasi di ruang digital.
Melalui materi tersebut, peserta Fortasi memperoleh gambaran bahwa kecakapan menggunakan teknologi harus berjalan seiring dengan kemampuan menjaga tutur kata, menghormati orang lain, dan mempertimbangkan dampak setiap tindakan.
Dalam melengkapi proses pengenalan siswa baru terhadap SDMP, mereka tidak hanya diajak mengenali fasilitas fisik sekolah, tetapi juga dibekali kesadaran untuk menjaganya serta membangun karakter ketika berhadapan dengan perkembangan teknologi, dengan menggunakan metode peragaan
pantomim. (mf)
