Lihatlah saat daun berguguran.
Ia jatuh…
Bukan karena lemah, tapi karena waktunya telah tiba.
Ia lepas…
Bukan karena ingin pergi, tapi karena ada yang lebih tahu kapan harus melepaskan.
Begitu juga kita. Ada hal yang pergi dari hidupmu, bukan karena kamu tidak pantas, tapi karena itu bukan lagi bagian dari takdirmu.
Firman Allah,
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَ رْضِ وَلَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْـرَاَ هَا ۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah” (QS Al-Hadid 57: 22)
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis.
Belajarlah seperti daun.
Yang tetap tenang saat dilepaskan.
Tidak membenci keadaan, tidak menyalahkan takdir, tidak marah pada apa yang pergi. Karena yang Allah Azza wa Jalla ambil, tidak akan pernah menjadi milikmu sepenuhnya.
Jika hari ini ada yang hilang…
Ada yang pergi…
Ada yang tidak lagi sama—ikhlaskan. Karena seperti daun yang gugur, semua yang lepas, sedang menuju tempat yang telah Allah Azza wa Jalla tetapkan.
Barakallahu fiikum.
