Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Koordinator Daerah (Korda) Bogor Raya terus memperkuat gerakan ekonomi umat berbasis kolaborasi dan nilai-nilai Islam melalui agenda Silaturahmi Rutin yang diselenggarakan di Kantor BKsPPI Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antaranggota sekaligus momentum peluncuran pilot project bisnis kolaboratif bertajuk KopiMU.
Pertemuan tersebut dihadiri para pengusaha, akademisi, profesional, dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha yang tergabung dalam jejaring SUMU Bogor Raya. Selain mempererat silaturahmi, forum ini juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat yang berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal SUMU Bogor Raya, Roby Kurniawan, SE, saat membuka kegiatan menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan forum silaturahmi sebagai sarana memperkuat jaringan dan melahirkan berbagai gagasan kolaboratif.
“Pertemuan rutin ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Dari forum seperti inilah lahir berbagai inisiatif yang dapat memperkuat ekonomi umat,” ujarnya.
Dalam sesi utama, Ketua Korda SUMU Bogor Raya, H. Anang Yudi Riswanto, ST, MM, menyampaikan materi mengenai pondasi spiritual dalam berbisnis. Menurutnya, aktivitas usaha bagi seorang muslim tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan material, tetapi harus menjadi bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Bisnis yang paling aman dan menjanjikan adalah bisnis dengan Allah. Ketika usaha dijalankan dengan rasa syukur, istighfar, kerja keras, dan ketaatan kepada Allah, maka keberkahan akan mengikuti setiap proses yang kita jalani,” jelas Anang.
Ia menjelaskan bahwa konsep bisnis dalam Islam menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama. Rasa syukur yang diwujudkan dalam tindakan nyata serta kebiasaan beristighfar menjadi bagian penting dalam membuka pintu rezeki dan keberkahan usaha. Selain itu, pengusaha muslim juga dituntut untuk menjaga hubungan dengan Allah melalui tilawah Al-Qur’an, menegakkan salat, serta menginfakkan sebagian hartanya untuk kemaslahatan umat.
Untuk memperkuat gerakan ekonomi tersebut, SUMU Bogor Raya mengembangkan organisasi yang berlandaskan lima nilai utama, yaitu Islami, Kreatif, Komunikatif, Kooperatif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut menjadi pijakan dalam membangun jejaring usaha yang sehat dan saling menguatkan.
Dalam kesempatan yang sama, dipaparkan pula sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus pengembangan organisasi ke depan, antara lain pengkaderan pengusaha baru, pembentukan lembaga riset dan pelatihan bisnis, pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha, serta penguatan lembaga keuangan berbasis syariah.
Seluruh agenda tersebut dibangun melalui konsep Kolaborasi Madani, yaitu pola kerja sama yang berangkat dari proses saling mengenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling membantu (ta’awun), saling melindungi (takaful), hingga mencapai tingkat pengorbanan untuk kepentingan bersama (itsar).
Sementara itu, Pembina SUMU Bogor Raya, Dr. Sukma Nugraha, MM, mengajak para anggota untuk memiliki mentalitas maju dan berani membangun kemandirian ekonomi.
“Umat Islam harus memiliki kekuatan ekonomi. Jangan membiasakan diri dengan pola pikir yang membuat kita merasa cukup dalam keterbatasan. Kita harus terus bertumbuh, berkembang, dan menjadi umat yang mandiri serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai implementasi konkret dari semangat kolaborasi tersebut, perwakilan Divisi Pengembangan dan Kerja Sama Bisnis SUMU Bogor Raya, Mu’ad Asegab, memperkenalkan KopiMU, produk kopi robusta premium yang berasal dari kawasan Gunung Wangun, Bogor.
Menurut Mu’ad, KopiMU tidak sekadar menjadi produk komersial, tetapi juga dirancang sebagai model bisnis berbasis komunitas yang mengintegrasikan kekuatan jaringan usaha anggota SUMU.
“KopiMU kami hadirkan sebagai langkah awal membangun ekosistem bisnis bersama. Bukan hanya menjual kopi, tetapi membangun rantai nilai yang melibatkan anggota mulai dari pengembangan produk, pemasaran, distribusi, hingga penguatan jaringan reseller,” ungkapnya.
Peluncuran KopiMU mendapat respons positif dari para peserta. Diskusi yang berlangsung setelah presentasi membahas berbagai aspek penting, mulai dari standar kualitas produk, penguatan merek, strategi pemasaran, pengembangan jaringan distribusi, hingga peluang ekspansi pasar di wilayah Bogor Raya dan daerah lainnya.
KopiMU diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan jaringan, kolaborasi, dan semangat gotong royong dapat diwujudkan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai pemberdayaan. Ke depan, inisiatif tersebut juga diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai produk ritel berbasis komunitas Muhammadiyah.
Menjelang berakhirnya kegiatan, semangat optimisme tampak mewarnai seluruh rangkaian acara. Para peserta sepakat bahwa kebangkitan ekonomi umat tidak cukup diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang terukur dan berkelanjutan.
Melalui penguatan jejaring, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta pengembangan berbagai model bisnis kolaboratif seperti KopiMU, SUMU Bogor Raya terus berupaya menghadirkan ekosistem ekonomi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (soleh)
