Dikukuhkan Guru Besar UMY, Ridho Al Hamdi Soroti Disfungsi Partai Politik

Dikukuhkan Guru Besar UMY, Ridho Al Hamdi Soroti Disfungsi Partai Politik
www.majelistabligh.id -

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Ridho Al Hamdi dikukuhkan menjadi guru besar bidang partai politik pada (16/4) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam Orasi Ilmiahnya, Ridho Al Hamdi menyampaikan pidato berjudul “Dis(mal)Fungsi Partai Politik Tren Selatan Global dan Model Pelembagaan Sistem Kepartaian”.

“Istilah Dis(mal)fungsi menunjukkan dua makna, yakni disfungsi dan malfungsi. Dua kata itu bisa terjadi secara terpisah, tetapi bisa terjadi bersamaan,” katanya.

Prof. Ridho menyebut, terjadinya Dis(mal)fungsi partai politik tak hanya di Indonesia, tap terjadi mayoritas di negara Selatan Global.

“Awalnya saya ingin menggunakan istilah “Third Wave” (Gelombang Ketiga) yang dikenalkan Samuel P. Huntington, tetapi mengingat sarat akan kepentingan Barat yang diskriminatif, saya cenderung memilih istilah “Global South” yang menggambarkan solidaritas dan kerjasama antara negara-negara tersebut dalam menghadapi tantangan global,” ungkapnya.

Lebih jauh Ridho menyebut, bahwa orasi ilmiah ini hendak menegaskan hipotesa “Dis(mal)fungsi Partai Politik” sebagai tren global di negara-negara demokrasi terutama negara yang berada pada kawasan Selatan Global, termasuk Indonesia di dalamnya

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir memberikan apresiasi atas capaian tertinggi di bidang akademik yang diraih Prof. Ridho ini. Ia hadir secara langsung dalam agenda Rapat Senat Terbuka Orasi Ilmiah Guru Besar.

Selain Haedar, hadir juga Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto, Busyro Muqoddas, Syamsul Anwar, berbagai tokoh politik, serta Ketua maupun perwakilan majelis, lembaga, dan Ortom Muhammadiyah.

“Saya ucapkan tahniah, selamat Guru Besar Profesor Ridho Al Hamdi, baik sebagai pribadi maupun Ketua Umum PP Muhammadiyah,” katanya.

Ridho Al Hamdi bukan orang jauh bagi Haedar, sebab telah melihat prosesnya sejak masih di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Serta capaian guru besar di usia 40 tahun merupakan prestasi.

Haedar mendorong rekan sejawat Ridho Al Hamdi untuk segera meraih guru besar. Dia melihat beberapa kader Muhammadiyah sudah layak untuk menyandang guru besar, tinggal tunggu kesempatan datang saja.

Apresiasi juga Haedar berikan ke UMY yang terus menambah guru besar, penambahan ini menjadi salah satu syarat sebagai perguruan tinggi unggul. Maka langkah ini perlu dicontoh oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) lainnya.(*/tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search