PT Mentari Prima Niaga (MPN) menegaskan komitmennya dalam mendukung dakwah Muhammadiyah di bidang pembangunan dan konstruksi. Perusahaan yang berdiri sejak 14 Januari 2016 ini resmi memulai tahapan pembangunan gedung kantor baru Menara Mentari yang berlokasi di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Direktur Utama PT MPN, Achmad Mirza, menyampaikan bahwa kick-off pembangunan gedung tersebut telah diluncurkan saat peringatan Milad ke-10 PT MPN pada Januari lalu. Adapun proses konstruksi fisik dijadwalkan mulai berjalan pada September ini.
Mirza mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan PT MPN yang berawal dari perusahaan konstruksi skala kecil hingga kini berkembang pesat dengan ratusan karyawan. Kehadiran Menara Mentari diharapkan dapat makin menunjang efektivitas dan kinerja operasional perusahaan.
“Kami menargetkan gedung ini dapat diresmikan sebelum Muktamar. Walaupun mungkin belum 100 persen tuntas, kami berharap gedung ini sudah bisa digunakan untuk berbagai kegiatan operasional. Mengenai bentuk fisik, kami optimistis hasilnya sesuai dengan sketsa yang telah dirancang,” ujar Mirza.
Gedung Menara Mentari dirancang setinggi tujuh lantai dengan fungsi komersial dan operasional yang terintegrasi. Mirza menjelaskan, gedung ini tidak hanya difungsikan sebagai kantor internal PT MPN, tetapi juga disiapkan untuk mendukung ekosistem bisnis warga persyarikatan.
Lantai bawah akan difungsikan sebagai area bisnis umum, seperti kafe dan minimarket Mentari Mart, serta fasilitas unit usaha Muhammadiyah lainnya. Sementara itu, area perkantoran dan fasilitas masjid akan menempati lantai-lantai di atasnya.
“Selain untuk kantor internal, gedung ini juga terbuka bagi Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang belum memiliki markas operasional. Mereka dapat menyewa ruang kerja di Menara Mentari ini,” tambahnya.
Melalui pembangunan ini, PT MPN menegaskan posisinya untuk terus mengambil peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengawal sektor pembangunan dan konstruksi di lingkungan Muhammadiyah.
“Kami selalu menanamkan komitmen untuk menjadi garda terdepan pengawal konstruksi bagi seluruh unit bisnis milik Muhammadiyah,” tutup Mirza. (*/tim)
