Memasuki jenjang perguruan tinggi menjadi fase krusial bagi mahasiswa baru untuk melakukan transformasi diri. Perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa menuntut penyesuaian pola pikir, sikap, dan karakter demi menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat menyambut mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (8/9/2026).
“Kalian sekarang bukan lagi siswa, melainkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Oleh karena itu, kalian harus bertransformasi dan berubah,” tegas Muhadjir yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM.
Menurut Muhadjir, mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak dini agar tak sekadar lulus, tetapi juga menjadi lulusan yang sukses dan berdaya saing tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan pentingnya menguasai lima kompetensi dasar yang dirangkum dalam konsep 5C:
- Critical Thinking (Berpikir Kritis): Berbeda dengan masa sekolah yang cenderung pasif menerima materi, mahasiswa dituntut aktif menggunakan nalar. Muhadjir mendorong maba untuk berani berdiskusi, bertanya, hingga menyampaikan ketidaksetujuan secara konstruktif, baik kepada sesama mahasiswa maupun dosen.
- Creativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi): Mahasiswa diharapkan mampu melahirkan karya nyata. Muhadjir menjelaskan bahwa kreativitas adalah gagasan di dalam pikiran, sedangkan inovasi merupakan wujud nyata dari gagasan tersebut. “Kreatif itu di dalam otak, inovasi itu di tangan kalian,” ujarnya.
- Communication Skill (Keterampilan Berkomunikasi): Kecerdasan akademis perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan gagasan secara lisan dan tulisan dengan runtut. Selain bahasa Indonesia, Muhadjir mewajibkan mahasiswa UMM menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa Arab (khususnya bagi program studi keagamaan).
- Collaboration (Kolaborasi): Proses belajar di perguruan tinggi tidak boleh berjalan satu arah. Mahasiswa perlu membangun interaksi aktif dan bersinergi dengan dosen serta sesama mahasiswa agar terbiasa bekerja sama dan menghargai peran orang lain.
- Confidence (Kepercayaan Diri): Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki keberanian untuk tampil, menyampaikan gagasan, dan mengambil peran di tengah masyarakat tanpa rasa minder. “Mahasiswa UMM harus percaya diri, harus berani, jangan pemalu. Pemalu tidak boleh, apalagi malu-maluin,” pungkasnya. (*/tim)
