Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melalui Divisi Pembinaan,
Pengembangan Masjid & TPQ bersiap menyelenggarakan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) 3 Tingkat Provinsi Jawa Timur 2026.
Membawa jargon utama “Sportif, Berkemajuan, Berprestasi“, ajang bergengsi tahunan ini dirancang sebagai wadah strategis dalam memasyarakatkan Al-Qur’an dan Sunnah di kalangan generasi muda Muhammadiyah se-Jawa Timur. Puncak acara dan babak final kompetisi berskala wilayah ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).
Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur, Ustaz Abdul Basith, Lc. M.Pd.I, menegaskan bahwa Fashmu bukan sekadar ajang perebutan piala, melainkan ikhtiar ideologis dalam menyiapkan estafet kepemimpinan umat.
“Fashmu 3 ini adalah laboratorium peradaban bagi anak-anak kita. Di sini, nilai-nilai sportivitas berpadu erat dengan spirit berkemajuan. Kita tidak hanya sedang mencari juara, tetapi sedang menanam benih peradaban Islam yang kokoh, unggul, dan berakhlak mulia di bumi Jawa Timur,” kata Ustaz Abdul Basith, menjelaskan tentang arti penting multievent ini, Selasa (14/7/2026).
Ia menambahkan, Ajang Fashmu 3 menjadi sarana pemersatu yang merangkul jaringan persyarikatan dari 38 Kabupaten dan Kota di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur.
Ragam Kategori dan Semarak Defile Kontingen
Fashmu 3 menghadirkan variasi cabang lomba yang komprehensif, mulai dari kategori anak-anak hingga remaja. Kompetisi dibagi ke dalam beberapa rumpun utama:
- Kategori Qur’an: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ/Tahfidz).
- Kategori Dakwah & Kajian: Pildacil (Da’i Cilik) dan Qiroatil Kutub (LQK/Muballigh Muda).
- Kategori Beregu & Seni: Syarhil Quran (LSQ) dan Kaligrafi Islam (LKI).
- Kategori Ibadah Khusus: Cabang Imam Shalat (LIS) dan Muadzin (LM). Khusus rumpun ibadah ini, peserta diwajibkan memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM) serta menguasai gerakan/bacaan salat berdasarkan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Tak kalah menarik, guna menambah gairah dan kebersamaan, panitia juga menghadirkan lomba Defile Kontingen yang diikuti oleh minimal 10 orang per regu dari tiap PDM. Lomba defile ini akan menilai tingkat kreativitas alegori, kostum keunikan daerah, kerapihan barisan, yel-yel, hingga keselarasan pesan dengan tema Fashmu 2026 ini.

Menjaga Integritas dan Kualitas Juara
Demi melahirkan jawara yang kompeten dan objektif, dewan juri yang dilibatkan terdiri dari gabungan tim pakar, akademisi Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTM/PTA), serta jajaran pengurus Majelis Tabligh PWM Jatim. Keputusan dewan juri ditegaskan bersifat mutlak, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.
Seluruh kontingen yang berhasil meraih posisi Juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan Trophy, Piagam Penghargaan, serta Uang Pembinaan. Selain itu, terdapat Special Awards 1-7 di berbagai cabang tertentu. Trophy bergilir Juara Umum langsung dari Majelis Tabligh PWM Jawa Timur bagi daerah yang mengumpulkan medali emas terbanyak.
Menutup penjelasannya, Ustaz Abdul Basith mengajak seluruh elemen persyarikatan di daerah untuk menyambut momentum ini dengan penuh antusiasme bersandarkan spirit Fastabiqul Khairat.
“Mari kita jadikan Fashmu 3tahun 2026 ini sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan dan kaderisasi di daerah masing-masing,” paparnya. || chusnun
