Umat Islam di Indonesia diprediksi akan merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah secara serentak pada Rabu, 27 Mei 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa posisi hilal pada saat pemantauan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan berbagai otoritas.
Peneliti Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa Iduladha tahun ini kemungkinan besar tidak akan menunjukkan perbedaan tanggal antara Pemerintah, Muhammadiyah, maupun otoritas Arab Saudi. “Insyaallah Iduladha 1447 H seragam,” tegas Thomas dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).
Keselarasan ini terjadi karena posisi bulan baru (hilal) pada saat Matahari terbenam sudah cukup tinggi, tidak hanya di langit Indonesia tetapi juga di sebagian besar wilayah dunia. Berdasarkan perhitungan astronomis, seluruh syarat penetapan awal bulan sudah terpenuhi secara kolektif.
“Maka, kriteria KHGT (Muhammadiyah) akan sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi), dan sama pula dengan MABIMS (Pemerintah). 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026, sehingga Iduladha jatuh pada 27 Mei 2026,” jelasnya.
Analisis Data BMKG dan Kriteria MABIMS
Prediksi BRIN diperkuat oleh data teknis dari BMKG. Pemantauan yang dijadwalkan pada Minggu (17/5/2026) petang memproyeksikan ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang yang sangat aman bagi visibilitas (rukyat), yakni:
- Ketinggian Hilal: 3,29° di Merauke, Papua hingga 6,95° di Sabang, Aceh.
- Sudut Elongasi: 8,91° hingga 10,62°.
Data ini secara mutlak telah melampaui Kriteria Baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi minimal 3° dan sudut elongasi 6,4°.
Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah sejak awal telah menetapkan tanggal yang sama melalui maklumatnya yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Meski data matematis dan astronomis dari berbagai lembaga telah menunjukkan kata sepakat, Thomas mengingatkan masyarakat untuk tetap menunggu hasil keputusan resmi dari pemerintah. Kepastian legal formal mengenai awal Zulhijah dan Hari Raya Kurban tetap akan ditentukan melalui Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Ahad lusa (17/5/2026). (*/tim)
