Ibadah yang Sering Kita Lupakan

Ibadah yang Sering Kita Lupakan
*) Oleh : Suharto Fauzan
Pegiat Literasi (Simpatisan Muhammadiyah)
www.majelistabligh.id -

Tubuh ini titipan. Bukan milik kita sepenuhnya. Suatu hari Allah akan tanya: “Untuk apa kamu gunakan nikmat sehat itu?”

Sayangnya, kita baru sadar pentingnya kesehatan saat sudah sakit. Padahal Islam sudah mengajarkan jauh-jauh hari bahwa menjaga badan adalah bagian dari iman.

1. Sehat adalah Nikmat Terbesar Setelah Iman
Nabi ﷺ bersabda: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412)

Coba jujur. Berapa kali kita begadang, makan sembarangan, stres berlebihan, dengan alasan “nanti aja urus kesehatannya”? Padahal tanpa sehat, ibadah jadi berat. Mau salat khusyuk susah kalau badan lemas. Mau cari nafkah susah kalau sering sakit.

Allah juga berfirman: “Dan makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.
(QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini prinsip dasar gizi. Makan secukupnya. Tidak rakus, tidak pelit ke badan sendiri. Islam mengajarkan pertengahan.

2. Islam Mengajarkan Pencegahan, Bukan Hanya Pengobatan
Dulu orang pikir agama cuma urus akhirat. Padahal Nabi ﷺ sudah kasih panduan kesehatan preventif 1400 tahun lalu.

1. Menjaga Kebersihan “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim no. 223)

Cuci tangan, mandi, sikat gigi, buang sampah. Semua ini pahalanya ganda: sehat dunia, dapat pahala akhirat.

2. Menjaga Pola Makan
Nabi ﷺ makan tidak pernah sampai kekenyangan. Beliau bersabda: “Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi no. 2380)

Aturan 1/3 ini terbukti ilmiah. Mencegah obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

3. Istirahat dan Olahraga
Nabi ﷺ tidur awal dan bangun sebelum subuh. Beliau juga memanah, berkuda, dan bergulat. Badan kuat agar bisa dakwah dan berjihad.

3. Sakit Itu Ujian, Tapi Jangan Sengaja Mencelakai Diri
Islam melarang kita merusak tubuh. Merokok, begadang tiap hari, stres karena dengki, itu semua bentuk menzalimi diri sendiri.

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195)

Berobat itu sunnah. Nabi ﷺ bersabda: “Berobatlah, karena sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi ke dokter, jaga makan, olahraga, itu bukan kurang tawakal. Justru itu bentuk tawakal yang benar: ikhtiar dulu, baru pasrah.

4. Cara Sederhana Merawat Kesehatan Ala Islam
Tidak perlu mahal. Cukup 4 ini:

1. Syukuri dengan menjaga
Gunakan sehat untuk sholat, kerja, bantu orang. Jangan dipakai maksiat.

2. Atur makan dan tidur
Tidur cukup, bangun tahajud. Makan halal dan cukup gizi. Jauhi berlebihan.

3. Gerakkan badan
Jalan kaki ke masjid, olahraga ringan 15 menit, atau sekadar beres-beres rumah.

4. Jaga hati
Stres, marah, dendam bikin imun turun. Perbanyak istighfar, maafkan orang, dan zikir. Hati tenang, badan ikut sehat.

Sehat itu amanah. Kalau kita rawat, Allah tambah nikmatnya. Kalau kita sia-siakan, bisa jadi Allah cabut.

Jangan tunggu masuk rumah sakit baru mau berubah. Mulai dari hal kecil hari ini: minum air putih, tidur cukup, jalan kaki 10 menit, dan berdoa minta sehat.

Karena badan yang sehat memudahkan kita taat, dan ketaatan itulah yang mengantar kita ke surga.

Ya Allah, sehatkanlah badan kami, lapangkanlah rezeki kami, dan berkahilah umur kami. Aamiin.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Search