Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menegaskan bahwa keberadaan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta selama lebih dari satu abad menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan umat Islam terhadap pendidikan kader Muhammadiyah.
“Saya amati dari 200 wisudawati, beberapa yang diwisuda mewakili sejumlah daerah di luar pulau Jawa. Itu menggambarkan bahwa daya dukung dan kepercayaan umat terhadap Madrasah Mu’allimaat mewakili kepentingan umat Islam di Indonesia,” ujar Busyro, di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026).
Atas capaian yang diraih Mu’allimaat, Busyro menilai bahwa capaian tersebut merupakan buah hasil dari ketulusan dan pengabdian panjang para guru, ustaz, ustazah Muhammadiyah sejak masa lalu. Menurutnya, kontribusi mereka kini dapat diukur melalui dampak nyata pendidikan kader yang terus berlanjut melintasi generasi.
“Kiprah panjang pendidikan di Mu’allimaat maupun Mu’allimin Muhammadiyah membuktikan bahwa amal tulus para guru, ustaz, ustazah di masa lalu berbuah hingga hari ini,” ungkapnya.
Tingginya kepercayaan masyarakat ini, baginya juga bukanlah sekadar rasa syukur, tapi juga menjadi refleksi bersama atas konsistensi dakwah pendidikan Muhammadiyah yang dijalankan dengan tulus keikhlasan.
“Kami apresiasi para pengajar Mualimaat yang telah memilih jalan kenabian. Jalan kenabian ini adalah jalan pendakian surgawi yang penuh dengan ketekunan, keikhlasan, pengorbanan, dan pada umumnya tanpa pamrih duniawi,” ucap Busyro.
Mengingat pengorbanan panjang itu, ia kemudian menyebut bahwa di Muhammadiyah telah terangkum slogan “Iman, Ilmu, Amal”. Menurutnya, ketiganya merupakan fondasi lahirnya etos keilmuan dan pengabdian dalam pendidikan Muhammadiyah.
“Iman, ilmu, amal inilah yang melahirkan etos ilmu, etos ilmuwan, etos pendidik, dan etos alumni yang mengabdikan ilmunya dengan ruh dan orientasi keimanan. Sehingga iman menjiwai ilmu, dan ilmu yang dijiwai iman menghasilkan amal saleh serta amal jariyah,” jelas Busyro.
Melalui momentum wisuda ini, Busyro berharap para lulusan Mu’allimaat Muhammadiyah mampu melanjutkan tradisi keilmuan dan pengabdian Muhammadiyah di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa kader perempuan Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun peradaban umat, memperkuat dakwah, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan di tengah kehidupan masyarakat. (*/tim)
