Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Seorang jemaah haji Kloter SOC (Solo) 3, atas nama Rodiah, wafat akibat serangan jantung saat berada di Madinah, Arab Saudi, Jumat(24/4/2026) Waktu Arab Saudi (WAS). Rodiah adalah jemaah pertama yang meninggal di Tanah Suci.
Menurut Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjamin badal haji bagi jemaah yang wafat pada hari ke-empat penyelenggaraan ibadah haji tersebut. “Kita berdoa semoga almarhumah husnul khatimah,”ujar Ichsan, Jumat.
Terkait data keberangkatan jemaah haji di Tanah Suci, dia menyampaikan bahwa Jumat malam, jumlah jemaah haji yang telah berangkat ke Arab Saudi sebanyak 40 kloter dengan 15.349 orang jemaah. Sementara itu, sebanyak 9.884 orang jemaah dari 25 kloter telah tiba di Madinah, Arab Saudi.
“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan data layanan kesehatan yang terdapat di Daker Madinah. Tercatat sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKRI, dan satu jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi,”tambah dia.
Ichsan pun menegaskan agar PPIH Embarkasi meminimalisir hal-hal yang bersifat seremonial pada saat pemberangkatan demi menjaga stamina jemaah. Dia menegaskan, Kemenhaj telah menstandarkan prosedur pelepasan jemaah di embarkasi tanpa seremonial. Hal ini bertujuan agar jemaah tidak terlalu lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup.
“Kami juga perlu mengingatkan bagi jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 25 persen,” tambah dia.
Ichsan meminta agar jemaah tetap menjaga kesehatan. Dia mengimbau agar jemaah minum air putih yang banyak, menggunakan pelindung kepala, dan mengenakan pakaian yang nyaman selama berada di Tanah Suci.
“Ikuti arahan dari petugas dan ketua kloter, serta menfaatkan waktu untuk istirahat yang cukup. Menfaatkan fasilitas hotel yang sudah disiapkan, dan utamakan ibadah yang wajib,” kata dia.
Dia meminta agar jemaah tak ragu atau segan untuk menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan. “Kami siap membantu kapan pun diperlukan. Untuk itu, mari kita jaga kebersamaan, saling bantu, dan semoga ibadah haji kita berjalan lancar serta penuh keberkahan,” tambahnya. (*/tim)
