Jangan Berlindung di Balik “Cuma Bercanda”, Ini tentang Adab

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Kita sering melihat anak-anak kecil mengaji, tajwidnya rapi, hafalannya lancar. Namun di luar rumah, kata-kata yang keluar justru jorok, kasar, dan tidak pantas. Lalu dibenarkan dengan satu alasan: “kan cuma bercanda.”

Padahal, anak bisa hafal ayat, tapi jika lisannya tidak dijaga itu tanda adab belum benar-benar tertanam. Karena anak belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tapi dari apa yang dia dengar setiap hari.

Anak meniru candaan orang dewasa. Anak belum paham mana yang lucu, mana yang tidak pantas. Apa yang sering dia dengar, itulah yang dia anggap biasa.

Karena itu jangan heran, jika lisannya adalah cerminan dari lingkungannya. Bukan sekedar membuat anak pintar mengaji, tapi bagaimana kita menjaga lisannya tetap beradab. Bercanda boleh, tapi kalau lisannya kotor, itu bukan lucu—itu masalah adab.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search