“Jangan mimpi punya cita-cita tinggi, kita nggak punya uang.”
Hati-hati, ucapan seperti itu, bukan cuma mematahkan semangat anak. Tanpa sadar, kita sedang mengajari anak, bahwa:
- rezeki Allah itu sempit,
- masa depan ditentukan isi dompet,
- dan cita-cita harus dikubur, karena keadaan hari ini.
Saat anak punya cita-cita, jangan patahkan dengan keadaan hari ini.
Ajarkan adab yang benar: “Nak, kalau Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil. Tugas kita sekarang belajar, berdoa, dan berusaha.”
Karena adab kepada Allah dimulai dari cara orang tua menjaga lisannya.
Kalimat seperti:
“Kita miskin, mana mungkin.”
“Jangan mimpi tinggi.”
“Nggak usah berharap macam-macam”
Bisa membuat anak mengukir masa depan hanya dari keadaan hari ini.
Semoga bermanfaat.
