Jelang Hari Kartini, UAD Kukuhkan 4 Guru Besar Perempuan

Empat Guru Besar UAD dikukuhkan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukuhkan empat guru besar, Sabtu (18/4/26) di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD. Menariknya, seluruh guru besar yang dikukuhkan menjelang Hari Kartini kali ini, merupakan perempuan dengan kepakaran di bidang yang beragam.

Keempat guru besar tersebut yakni:

  • Rika Astari dalam bidang Bahasa dan Media dengan orasi ilmiah berjudul “Komodifikasi Bahasa Religi Islam pada Media di Era Digital.”
  • Wahyu Widyaningsih di bidang Farmakologi dan Toksikologi dengan orasi “Peran Farmakologi Eksperimental Praklinik pada Pengembangan Ganggang Hijau (Ulva lactuca L.) sebagai Kandidat Obat Herbal Terstandar.”
  • Nina Salamah di bidang Autentikasi Herbal dan Analisis Halal dengan orasi “Autentikasi Halal Bahan Baku Gelatin pada Produk Farmasi”.
  • Dian Artha Kusumaningtyas di bidang Evaluasi Pembelajaran Fisika dengan orasi “Reframing Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi: Model Penyiapan Calon Guru Fisika Unggul”.

Ketua Senat UAD, Sulisworo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu sekaligus menegaskan makna penting capaian akademik tersebut. “Kami sangat menghargai kehadiran Bapak/Ibu semua pada acara pengukuhan ini sebagai saksi perjalanan akademik para guru besar,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi personal, melainkan amanah yang harus dijaga. “Capaian hari ini merupakan amanah untuk senantiasa menjaga integritas kita, agar ilmu yang diperoleh dapat terus memberi manfaat luas, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UAD, Muchlas menyampaikan bahwa setiap pengukuhan guru besar selalu menghadirkan rasa haru dan kebanggaan. “Setiap momen pengukuhan guru besar selalu ada kegembiraan dan juga air mata. Atas nama pimpinan UAD, kami mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan,” tuturnya.

Muchlas juga mengungkapkan bahwa saat ini UAD memiliki 50 guru besar aktif, dengan total sebelumnya mencapai 56 sebelum adanya penyesuaian regulasi. Selain itu, terdapat 150 lektor kepala, 411 lektor, dan 90 asisten ahli. Ia menegaskan komitmen UAD untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui percepatan guru besar.

“Kami berharap para guru besar dapat menjaga marwah UAD dan Muhammadiyah, terus menghasilkan karya yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara, serta menjadi teladan bagi rekan sejawat,” tegasnya.

Ia juga menambahkan pentingnya peran guru besar dalam pengembangan program doktoral serta integrasi ilmu dengan nilai keislaman dan kemuhammadiyahan. “Para guru besar diharapkan turut menguatkan program S3 di fakultas masing-masing dan mengintegrasikan keilmuan dengan nilai-nilai Islam,” imbuhnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search