Rumahmu megah atau sederhana, milik sendiri atau masih kontrak. Jangan sampai kelak sudut ruanganmu bersaksi dengan lantang: “Di sudut ini aku lebih sering dipakai untuk rebahan melalaikan waktu, daripada dipakai bersujud menghadap-Mu.”
Karena yang dihisab bukan seberapa estetik dekorasi rumahmu, tapi untuk apa umur dan waktumu dihabiskan di dalamnya.
Semoga setiap sudut tempat tinggal kita kelak menjadi saksi ketaatan, bukan saksi yang memberatkan timbangan.
Bukan seberapa estetik dekorasinya yang akan dihisab, tapi untuk apa umur dan waktu kita dihabiskan di dalamnya. Jangan sampai sudut rumah kita lebih akrab dengan rebahan sia-sia daripada dengan sajadah.
Semoga tempat tinggal kita hari ini menjadi saksi ketaatan kita kelak. (*)
