Kemandirian ekonomi berbasis pesantren kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda berhasil membuktikan kapasitasnya di kancah internasional dengan menyabet predikat 3 Pesantren Terbaik dalam perhelatan akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Hadir di tengah ribuan pelaku industri syariah pada 13–19 Oktober 2026, pesantren yang terletak di kawasan Batu Besaung, Samarinda ini membawa produk unggulan dari unit usaha Tani Berkah. Mengusung misi “Ketahanan Pangan dari Pesantren untuk Negeri”, stan pameran mereka menyuguhkan hasil pertanian hidroponik segar seperti pakcoy, produksi telur ayam, hingga pengelolaan Wakaf Domba berkualitas siap kurban.

Di panggung pameran utama, profil Pesantren Istiqamah Muhammadiyah (binaan KPwBI Kalimantan Timur) dipajang sejajar dengan dua pesantren unggulan lainnya di Indonesia, yakni Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Amrullah Akbar (Sumatera Utara) dan Pondok Pesantren Al Markaz (Banten). Keunggulan utama pesantren asal Samarinda ini terletak pada keterlibatan langsung para santri dalam rantai produksi hingga pemasaran untuk melatih keterampilan kewirausahaan sejak dini.
Pengelola Utama Hidroponik (Tani Berkah) Pesantren Istiqamah Muhammadiyah, Arip Saripudin, menyatakan bahwa pencapaian di ajang berskala internasional ini menjadi suntikan motivasi besar bagi seluruh pengelola dan santri.
“Alhamdulillah, masuknya Pesantren Istiqamah dalam jajaran tiga terbaik di ajang ISEF ini adalah sebuah kehormatan besar. Ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus berpadu dan berbenah agar jauh lebih baik ke depannya,” ungkap Arip Saripudin.
Menurut Arip, keberhasilan menembus panggung nasional dan global ini tidak lepas dari dukungan solid keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah di Kalimantan Timur.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pimpinan Muhammadiyah, mulai dari tingkat Wilayah hingga Ranting, yang tiada henti mendoakan dan mendukung pesantren kita di Batu Besaung. Dorongan inilah yang membuat kami tidak hanya fokus mencetak prestasi akademik dan non-akademik, tetapi juga mantap menyiapkan pesantren sebagai ekosistem sentra agrobisnis di masa depan,” jelasnya.
Lebih jauh, Arip memberikan apresiasi khusus kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Timur serta Bank Indonesia Pusat. Pendampingan intensif dari Bank Indonesia dinilai berhasil memperkuat fondasi ekonomi pesantren yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Kendati mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, Arip menyuarakan pandangan tegas mengenai arti kemandirian lembaga pendidikan Islam. Ia menekankan bahwa pesantren membutuhkan kail pemberdayaan, bukan sekadar bantuan konsumtif yang memicu ketergantungan.
“Kami tidak berharap banyak untuk terus-menerus dibantu oleh negara. Bagi kami, cukup difasilitasi dan diberikan akses modal untuk tumbuh serta berkembang, sehingga kami tidak bergantung pada bantuan. Kemandirian sejati inilah yang kami tuju. Bahkan, kami siap menjadikan kawasan agrobisnis kami sebagai pilot project atau proyek percontohan yang konsepnya silakan di-copy-paste (ditiru) oleh pesantren-pesantren lain di Indonesia,” tegas Arip.
Keikutsertaan Pesantren Istiqamah Muhammadiyah dalam Exhibition ISEF ke-13 ini membuka peluang lebar untuk memperluas jejaring bisnis. Sebagai agenda tahunan terbesar yang diinisiasi Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan, ISEF dirancang khusus untuk mempertemukan pelaku industri, kreator, dan konsumen, sekaligus membawa produk halal Nusantara menembus pasar dunia (go-global).
Selain menampilkan inovasi ekonomi pesantren dan UMKM binaan, perhelatan di JICC Senayan ini turut memamerkan ekosistem makanan dan minuman halal, fesyen muslim dunia melalui IN2MotionFest, lembaga keuangan syariah komersial dan sosial, serta pariwisata ramah muslim. Selama sepekan penuh, pameran juga dirangkai dengan agenda strategis seperti business matching untuk peluang ekspor, Sharia Forum, talkshow, kajian inspiratif, hingga kegiatan olahraga ISEF Run.(jum/ay.1)
