Kemenag: Siswa Madrasah Bakal Tembus Perguruan Tinggi Australia

Pertemuan antara Delegasi University of Melbourne dan jajaran Kemenag RI. (ist)
www.majelistabligh.id -

Akses pendidikan internasional bagi siswa madrasah kini terbuka semakin lebar. Kementerian Agama (Kemenag) resmi menjajaki kerja sama strategis dengan University of Melbourne, Australia, guna memperluas jangkauan program Madrasah Goes Abroad sekaligus membuka peluang beasiswa, pertukaran mahasiswa, dan riset kolaboratif.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan resmi antara delegasi University of Melbourne dan jajaran Kemenag di Jakarta, Kamis (20/8/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Kemenag ke Australia beberapa waktu lalu.

Program Madrasah Goes Abroad dirancang bukan sekadar untuk meningkatkan kemahiran berbahasa Inggris siswa, melainkan sebagai pembekalan komprehensif menuju perguruan tinggi bertaraf internasional. Para peserta dibimbing secara intensif untuk mengenali karakteristik kampus tujuan, memahami mekanisme pendaftaran, menyusun esai akademis, hingga meraih Letter of Acceptance (LoA).

“Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program Madrasah Goes Abroad, tetapi diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Nyayu Khadijah.

Pada tahun 2026, Kemenag memperluas cakupan program ini. Jika sebelumnya menyasar siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC), kini program tersebut turut melibatkan siswa dari berbagai madrasah unggulan lain di Indonesia. Seluruh rangkaian pendampingan dan coaching diberikan secara gratis dengan melibatkan tim pakar dari UIN Raden Fatah Palembang.

Peluang studi yang ditawarkan University of Melbourne mencakup berbagai bidang strategis, seperti Islamic Studies, Arts, hingga Engineering and Information Technology. Sebagai salah satu perguruan tinggi bereputasi dunia, universitas ini memiliki sembilan fakultas dengan populasi lebih dari 70 ribu mahasiswa, yang mana sekitar 45 persen di antaranya merupakan mahasiswa internasional.

Selain tingkat sekolah menengah, kolaborasi ini diakselerasi ke jenjang perguruan tinggi melalui skema pertukaran mahasiswa (student exchange), beasiswa magister (S2) dan doktor (S3), hingga penelitian bersama.

Pihak University of Melbourne menyambut baik potensi kolaborasi ini. Namun, untuk menentukan formulasi dukungan dan skema beasiswa yang tepat, jumlah kepastian calon mahasiswa yang akan diarahkan ke kampus tersebut menjadi salah satu poin krusial yang tengah dimatangkan.

Melalui kemitraan global ini, Kemenag optimistis dapat mengikis stigma bahwa madrasah hanya berorientasi pada pendidikan domestik. Lebih dari sekadar membuka kesempatan belajar di luar negeri, langkah ini menjadi bagian dari transformasi besar untuk membawa madrasah masuk ke dalam jejaring pendidikan global. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search