Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menerima kenang-kenangan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional melalui penyediaan infrastruktur fisik dan digitalisasi pembelajaran secara masif. Langkah ini menjadi prioritas utama yang diamanatkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa penguatan pendidikan nasional ditopang oleh empat fondasi utama: infrastruktur fisik (revitalisasi dan digitalisasi), infrastruktur pedagogis (peningkatan kualitas pendidik), infrastruktur budaya (penguatan karakter), serta infrastruktur regulasi yang adil dan mendukung.

Untuk mempercepat perbaikan fasilitas belajar yang rusak, pemerintah mematok target ambisius. Setelah merevitalisasi 16.167 sekolah pada 2025, Kemendikdasmen menargetkan pembenahan 71.744 satuan pendidikan pada 2026 dengan dukungan tambahan anggaran APBN.

Seluruh pengerjaan fisik dilakukan melalui mekanisme swakelola. Selain lebih efisien dan dinilai sesuai kebutuhan spesifik tiap sekolah, model pembiayaan ini melibatkan masyarakat sekitar sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.

“Pada 2026, prioritas revitalisasi diarahkan pada sekolah terdampak bencana, kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta gedung berskala kerusakan berat,” ujar Abdul Mu’ti dalam agenda Penguatan Implementasi Program Prioritas dan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Jawa Timur.

Mendikdasmen juga mengimbau seluruh pihak untuk mengawal pelaksanaan program ini agar tepat sasaran. “Saya mengajak semua pihak mendukung program ini. Jangan ada yang mengintervensi atau mengganggu demi kepentingan pribadi,” tegasnya.

Digitalisasi Ruang Kelas dan Bantuan Perangkat

Selain perbaikan fisik, digitalisasi pembelajaran terus dipercepat agar guru mampu menyajikan materi yang lebih interaktif dan bermakna. Pemerintah menyalurkan bantuan berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop, materi pembelajaran berbasis media penyimpanan, hingga pelatihan intensif bagi para tenaga pendidik.

Pada 2026, penyediaan IFP dipastikan bertambah hingga tiap satuan pendidikan diproyeksikan menerima tiga unit perangkat interaktif tersebut.

Dukungan pusat ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, program revitalisasi 2026 mencakup 248 SMA, 307 SMK, dan 121 SLB, termasuk satuan pendidikan di area 3T.

“Bagi kami, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki gedung atau tembok, melainkan menghidupkan kembali semangat belajar di sekolah. Gedung boleh baru, tetapi yang jauh lebih utama adalah lahirnya proses pembelajaran yang lebih baik di dalamnya,” tegas Aries. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search