Kadang kita merasa tidak nyaman ketika seseorang berbicara dengan nada ketus kepada kita. Tanpa sadar, perasaan itu bisa membuat kita ikut menaikkan nada bicara, menjawab dengan nada membela diri, atau merasa harus segera menjelaskan posisi kita.
Mungkin sebenarnya kita tidak berniat untuk membalas dengan cara yang sama. Kita hanya sedang bereaksi terhadap sesuatu yang membuat kita merasa diserang.
Namun, menarik untuk kita renungkan: apakah nada orang lain harus menentukan bagaimana kita berbicara?
Kita tidak selalu bisa mengatur cara seseorang memperlakukan kita. Tetapi mungkin kita masih punya ruang untuk memilih bagaimana kita meresponnya.
Karena kadang, menjaga cara kita berbicara bukan berarti kita kalah. Kita hanya tidak ingin sikap orang lain mengambil kendali atas ketenangan kita.
Semoga bermanfaat.
